Connect with us

Kisah Nyata

Cara Menjadi Pendukung Liverpool yang Sabar, Penuh Rasa Syukur, dan Istiqomah

Published

on

Begitu membaca tulisan Alvanila tentang beratnya menjadi pendukung Manchester United, hati saya langsung panas membara. Bukan apa-apa, saya tahu betul track recordnya sebagai fans MU garis tengah, kok ya pecicilan banget bikin artikel bola yang diluar bidangnya. Mending bikin artikel masak, lebih berfaedah untuk langsung dipraktekan.

Berbicara soal kesabaran, adakah yang lebih sabar selain seorang pendukung Liverpool? Kalau acuannya ke klub-klub yang bertarung di Liga 1 atau Liga 2, mungkin banyak. Tapi kalau tolak ukurnya ke klub-klub di benua biru, tentu tak ada yang menandingi kesabaran Liverpudlian.

Mari kita sama-sama cek fakta. Terakhir kali Liverpool juara Liga Inggris adalah tahun 1990. Kala itu saya baru menghirup udara dunia yang ternyata penuh sesak ini. Lantas saat terakhir kali Liverpool juara Piala FA, itu terjadi pada tahun 2006, 13 tahun yang lalu. Liga Champions? 14 tahun yang lalu. Lalu piala kaleng-kaleng Carabao Cup atau Piala Liga pada tahun 2012. Sialnya, saya baru dibaiat jadi fans garis keras Liverpool pada tahun 2013.

Tujuh tahun menunggu tim kesayangan untuk angkat piala tentu bukan waktu yang singkat. Kalau ada yang bilang “cuma tujuh tahun”, pasti itu anak-anak kemaren sore yang ngefans sama Manchester City, PSG, atau kalau gak ya orang-orang lama yang getol banget sama Juventus. Mereka-mereka ini orang yang tak pernah merasakan lelahnya menunggu.

Masih ingat tragedi terpelesetnya Gerrard di Anfield? Yah, entah siapa yang membuang kulit pisang di rumput stadion kebanggaan kami itu, yang pasti kesalahan itu membuat harapan untuk mengangkat trofi Liga Primer Inggris pupus untuk kesekian kalinya. Dan sampai detik ini, sang kapten legendaris itu pun masih menjadi olok-olok karena hal tersebut.

Musim lalu lebih mengagumkan lagi. Setelah menunggu selama satu dasawarsa, Liverpool kembali tampil di partai puncak Liga Champions. Harapan kembali membubung tinggi. Apalagi trio Firmansah sedang tajam-tajamnya dan menjadi trending topic di seluruh penjuru dunia. Akan tetapi aksi premanisme Sergio Ramos kepada Raja Mesir Mohammed Salah mengawali duka Liverpudlian malam itu.

Dan duka itu semakin lengkap dengan dua blunder ciamik Lord Karius. Iya…Karius yang itu. Kalian semua tahu kan siapa beliau?

Beruntungnya Klopp berhasil mendatangkan seorang Alisson Becker di bursa transfer musim panas 2018 atau tepatnya bursa transfer musim kemarau di Indonesia. Becker seolah menjadi pelengkap puzzle Liverpool.

Meski sudah tersingkir di Piala FA dan Piala Liga, tapi kans untuk menjuarai Liga Champions dan Liga Inggris masih terbuka lebar. Khususon Liga Inggris, sampai pekan ke-23 Liverpool masih gagah di pucuk dengan 19 kali kemenangan, 3 kali imbang dan 1 kekalahan. Memasukkan 54 gol dan hanya kebobolan 13 gol merupakan sebuah capaian luar biasa untuk klub yang dalam beberapa musim terakhir sering dianggap melawak di lini pertahanan.

Melihat fakta itu, sangatlah wajar kalau saya berkata “this year will be our year”.

Terlihat sombong? Biarin aja. Apalagi yang mau diandelin kalau bukan kesombongan dan torehan sejarah? Kan tahu sendiri Liverpool tak pernah angkat piala lagi dari tahun 2012. Terakhir kali Liverpool angkat piala, Indonesia masih dipimpin SBY, belum ada bani cebong dan bani kampret, kata-kata mutiara yang berisikan “semesta, kopi, senja, dan hujan” masih jarang ditemui. Tujuh tahun yang puanjang bosss.

By the way, soal ngomongin sejarah, saya masih lebih bersyukur saat melihat ke negeri spaghetti Italia. Di sana ada dua saudara, AC Milan dan Inter Milan yang ternyata nasibnya jauh lebih mengenaskan. Kalau di Inggris masih ada harapan untuk duduk di puncak klasemen, maka di Italia sana itu merupakan hil yang mustahal.

Kenapa bisa begitu? Ya karena Juventus sudah auto scudetto dengan materi pemainnya seperti saat ini. Terus nasib duo Milan tadi? Yah sebagai pelengkap saja, biar masih ada berita hangat seputar grande partita. Anggap saja untuk meramaikan suasana.

Seperti itulah caranya agar seorang pendukung Liverpool menjadi sabar, penuh syukur, dan istiqomah. Yakini saja, tahun ini tak akan lagi terdengar ucapan next year will be our year. Karena apa? Yak arena tahun inilah kita akan juara. #SikPentingYaaQueen.

 

 

 

Komentar

Inspirasi

Cara Elegan Menolak Ajakan Bukber Saat Ramadan

Published

on

By

Salah satu adat tradisi saat ramadan yang tak boleh terlewatkan adalah bukber alias buka bersama. Undangan untuk buka bersama ini ada banyak macamnya, biasanya sih berbau reuni. Mulai dari bukber alumni TK ABA, bukber alumni SD Inpres, bukber alumni SMP satu atap, bukber alumni SMA Maju Jaya sampai bukber alumni kos murah belakang kampus.

Walaupun menyajikan nuansa nostalgia, tapi tak semua orang senang dengan adanya undangan bukber itu. Banyak hal yang bisa dijadikan alasan seperti ketemu mantan ataupun kantong sedang pas-pasan.

Buat kamu yang sedang kebingungan mencari alasan untuk menolak ajakan bukber, ijinkan kami untuk memberi sedikit solusinya.

  1. Katakan saja sedang kejar setoran

images: idntimes.com

Ini adalah alasan paling klasik tapi sangat masuk akal. Kebutuhan untuk merayakan hari raya idul fitri tentu lebih berharga daripada sebuah undangan buka bersama. Kamu bisa bilang sedang sibuk banget di tanggal itu untuk kejar setoran demi kantong yang aman saat lebaran. Niscaya teman-temanmu akan memahaminya.

2. Bilang kalau di tanggal itu kamu sudah ada jadwal bukber lain

images: indonesiainside.id

Sebagai manusia biasa kamu tentu tak bisa membelah diri layaknya amoeba. Oleh karena itu kamu tinggal bilang saja kalau sudah ada jadwal bukber lain yang terlanjur sudah disepakati. Kecil kemungkinan teman-temanmu akan mengganti jadwal bukbernya demi menyesuaikan jadwalmu. Kecuali kamu orang penting seperti bupati atau walikota.

3. Kamu tidak libur di tanggal yang ditentukan

images: inatimes.co.id

Pekerjaan tetaplah nomer satu, sebab pekerjaanlah yang akan memberimu THR, bukan buka bersama. Jadi kamu katakan saja kalau kamu tidak libur saat hari-H. Teman-temanmu mungkin bisa memahaminya.

4. Gak boleh orang tua

images: http://cdn3.tstatic.net

Alasan ini bisa kamu pakai untuk kamu yang berusia kurang dari 17 tahun. Restu orang tua sangatlah penting dalam melakukan apapun. Jadi dengan beralasan tidak mendapat izin orang tua, teman-temanmu pasti akan mengerti. Paling juga kamu dicap anak mami. Tapi abaikan saja, sebab sebaik-baik seorang anak adalah ia yang taat dan patuh kepada orang tuanya.

5. Fokus belajar

images: www.tipspengembangandiri.com

Puasa tahun ini bertepatan dengan momen ujian semester di beberapa sekolah. Jadi kamu bisa memakai alasan ingin fokus belajar. Klasik sih, tapi dipadukan dengan alasan nomer 4 diatas akan menjadi suatu alasan ampuh untuk menolak ajakan bukber. Jangankan cuma buat menolak ajakan bukber, fokus belajar juga bisa digunakan buat memutus pacar!

Jika setelah menolak ajakan bukber dengan 5 alasan diatas kamu terus dihujat ataupun dibully, terima saja. Yang penting kamu sudah punya alasan untuk menghindari ajakan buka bersama yang kamu tidak suka itu. Cuma alasan di atas sebaiknya jangan digunakan untuk menghindar saat ada ajakan buka bersama di panti asuhan, bisa kehilangan pahala nanti.

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Seorang Kakak Tunda Wisuda Selama 21 Tahun! Ternyata Alasannya Sangat Inspiratif

Published

on

By

Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk wisuda? 3 tahun, 4 tahun, atau malah 7 tahun? Baru-baru ini beredar viral di sosial media seorang pria yang baru wisuda setelah menjalani proses panjang selama 21 tahun. Bukan S2 ataupun S3, tapi ini adalah wisuda S1!

Kisah tersebut dibagikan oleh akun facebook Sudarling Laoddang. Dalam foto yang diunggahnya, terlihat ia berpose dengan kakaknya yang mengenakan pakaian wisuda lengkap dengan toga.

Di dalam captionnya ia menjelaskan panjang lebar bagaimana kakaknya berhasil menggunakan baju kebanggaan tersebut. Kisah tersebut bermula pada tahun 2000 ketika ibunya meninggal dunia. Sudarlin Laoddang adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Tahun itu merupakan tahun ketiga kakaknya kuliah.

Laoddang sendiri baru duduk di kelas 3 SMP dan adiknya kelas 1 SMP. Usai ditinggal meninggal ibunya, kehidupan keluarga Laoddang berubah. Kakaknya mau tak mau harus menjadi tulang punggung keluarga. Pada awalnya, kakak Laoddang memutuskan kuliah sambil bekerja agar bisa terus menyekolahkan adik-adiknya.

Namun setelah dijalani, hal itu sangatlah berat untuk dilakukan. Kakak Laoddang akhirnya memutuskan untuk berhenti kuliah demi fokus bekerja agar adik-adiknya bisa melanjutkan sekolah. Singkat cerita, tahun 2004 Laoddang lulus SMA dan disusul adiknya pada tahun 2006. Usai lulus SMA, keduanya langsung melanjutkan kuliah.

Di tahun 2007 kakak Laoddang menikah. Beruntungnya, ia mendapatkan istri yang pengertian dengan kondisi keluarga kakak Laoddang yang serba pas-pasan. Meskipun penghasilan kakak Laoddang tidak besar, tapi ia mampu menyisihkan penghasilannya untuk membantu kuliah adik-adiknya hingga selesai.

Titik balik terjadi pada tahun 2012 ketika Laoddang sukses lulus S2 dan adiknya menikah. Perjuangan kakak Laoddang menyekolahkan kedua adiknya tidak sia-sia. Namun pada tahun 2013 kakak Laoddang memutuskan untuk berhenti bekerja dan membangun usaha baru. Meski sempat tertatih-tatih, akhirnya usaha baru kakak Laoddang tersebut berhasil sukses.

Usahanya berkembang pesat dengan sukses membuka beberapa cabang di luar kota. Sambil meneruskan usahanya, kakak Laoddang kembali melanjutkan kuliahnya yang tertunda. Hingga pada akhirnya di tahun 2019 ini ia berhasil lulus kuliah.

Ternyata selalu ada balasan bagi yang bekerja keras dan ikhlas mengerjakan. Perjuangan kakak Laoddang untuk bekerja dan berhenti kuliah demi menyekolahkan adik-adiknya mendapat balasan yang manis dari Tuhan, yakni kesuksesan usahanya dan hingga berhasil melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda selama 21 tahun.

Sebuah kisah perjalanan hidup yang sangat menginspirasi. Selamat yaa kakak Laoddang…

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Cerita Pilu Dibalik Kisah Seekor Simpanse yang Diajak Terbang Pilot Tampan

Published

on

By

Beberapa hari yang lalu viral sebuah video di instagram yang memperlihatkan seorang pilot mengajak terbang seekor simpanse. Berbeda dengan kebanyakan pilot lain yang menempatkan hewan di kandang atau kotak khusus, pilot bernama Anthony Caere ini memangku simpanse tersebut di kokpit pilot.

Tentu saja video yang diunggah sang pilot lewat akun instagramnya tersebut menuai banyak pujian dari netizen. Diketahui bahwa Anthony Caere bekerja sebagai pilot di Taman Nasional Virunga Kongo. Simpanse yang dibawanya itupun masih tergolong “bayi” karena baru berusia 6 bulan.

Tapi tahukah kamu bahwa Anthony Caere itu tidak sedang jalan-jalan dengan baby simpanse? Ya, Caere sedang mengevakuasinya. Dalam beberapa wawancara Caere menyebutkan bahwa ia mengambil simpanse tersebut karena telah menjadi “yatim piatu” usai keluarganya dibunuh oleh pemburu liar.

Para pemburu liar tersebut membunuh simpanse dewasa untuk diambil dagingnya. Sedangkan yang masih bayi akan dijual. Untuk menghilangkan rasa traumatis simpanse, Caere lantas memangkunya selama perjalanan di pesawat yang dikemudikannya.

“Sebagaimana seekor bayi, Mussa (nama bayi simpanse) masih butuh kasih sayang dan pelukan dibandingkan dengan kurungan atau tali untuk mengikatnya. Saya tidak mau lagi dia merasa tertekan dengan tali ketat ditubuhnya ataupun kandang kecil, setelah kejadian buruk yang dialaminya,” ungkap Anthony yang dilansir dari detik.com (27/04/2019).

images: instagram @anthonycaere

Proses evakuasi ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Caere. Sebagai petugas di taman nasional, ia sudah puluhan kali melakukannya. Kecintaan pada dunia hewan membuatnya sepenuh hati melakukan tugas itu.

Dari akun instagramnya kita dapat melihat bagaimana Anthony Caere mencintai binatang. Bahkan di unggahan terakhirnya terlihat ia memperlakukan Mussa seperti seorang bayi manusia dengan menggendongnya. Sungguh seorang manusia yang mampu memberikan kedamaian di tengah banyaknya perburuan liar terhadap hewan di belantara Afrika.

 

Komentar
Continue Reading

Trending