Connect with us

Tips

5 Tips Agar Kamu Tidak Malas Saat Kerja di Rumah

Published

on

Bekerja dari rumah merupakan hal yang sudah lazim dilakukan. Di jaman modern seperti saat ini, tidak sedikit orang yang menjalankan pekerjaanya sembari mengurus rumah tangga. Selain bisa bekerja di rumah sendiri tanpa harus terkendala masalah seperti macet, telat dll itu menjadi alasan kenapa tidak sedikit orang yang memilih melakukan pekerjaannya dari rumah saja.

Tidak seperti yang dibayangkan, ternyata bekerja di rumah juga memiliki tantangan tersendiri untuk yang melakoninya. Sebab harus pintar-pintar membagi waktu dan tenaga agar pekerjaan beres dan kegiatan rumah tidak terganggu. Akan tetapi, rasa malas terkadang menjadi pemicu kenapa bekerja di rumah itu terasa berat.

Lalu bagaimana cara untuk mengatasi beberapa masalah yang sering menghampiri saat kamu melakukan pekerjaan di rumah? Berikut beberapa cara yang mungkin bisa kamu lakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

  1. Membuat jadwal kerja

    Image : Unsplash_Kelly Sikkema

    Bekerja di rumah terkadang menjadi alasan kamu menjadi malas dan sering menunda waktu untuk bekerja sehingga pekerjaan kamu menjadi lama bahkan tidak dikerjakan sama sekali. Cobalah memulai untuk menjadwalkan waktu kerja kamu sendiri. Buatlah jadwal yang hampir menyerupai jadwal rutin seperti bangun pagi, bersih-bersih rumah, lalu mulai bekerja diwaktu yang sudah kamu tentukan sendiri. Misalnya mulai pukul 08.00 dan istirahat siang lalu lanjut lagi sampai jam kerja yang buat selesai.

  1. Menentukan ruang kerja

    Agar semakin giat bekerja dan selalu mendapat ide-ide baru, usahakan kamu memiliki ruangan yang memang diperuntukan menjadi ruang kerja. Menata ruangan senyaman mungkin dan melengkapinya dengan berbagai alat penunjang seperti rak arsip, printer atau segala sesuatu yang ada hubungannya dengan pekerjaan kamu.

  1. Membatasi waktu bekerja

    Setelah kamu menjadwalkan waktu bekerja dengan baik, janganlah sampai lupa menyisihkan waktu untuk beristirahat. Tidak harus dengan tidur, beristirahat bisa kamu isi dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil di rumah yang tentunya tidak menguras tenaga cukup banyak. Seperti berkebun atau mengisi waktu istirahat dengan memberi makan ikan di aquarium. Dengan melakukan hal–hal kecil yang membuat kamu santai maka kamu akan mendapatkan ide dan semangat baru.

  1. Menjaga kebersihan

    Image : unsplash_Thomas Litangen

    Dalam hal ini menjaga kebersihan berarti luas. Jika kamu bekerja di rumah jangan seenaknya sendiri. Kamu harus menjaga kebersihan dan kerapian ruang kerja kamu, ruang tamu jika pekerjaan kamu melibatkan client, dan juga memperhatikan kebersihan diri. Rumah memang tempat paling nyaman namun tak sedikit orang yang lupa waktu jika sudah bekerja di rumah sehingga mereka melupakan waktu untuk mandi atau ganti baju. Oleh karena itu berusahalah untuk menjaga kebersihan tubuh dan juga sekitar rumah agar tidak mengurangi mood dan semangat kerja kamu di rumah.

  1. Jangan terlalu memaksakan pekerjaan

    Bekerja dimanapun pasti ada berbagai macam tantangan dan kendalanya. Kamu tidak perlu memaksakan pekerjaan walaupun itu hanya kamu lakukan dari rumah. Terasa dikejar waktu dan dateline itu biasanya disebabkan karena kamu sering menunda-nunda pekerjaan sehingga kamu sering mengorbankan waktu demi sebuah deadline. Cobalah untuk tidak selalu memaksakan pekerjaan, sekiranya bisa istirahat maka berhentilah istirahatlah sejenak.

Rumah diciptakan sejatinya agar menjadi tempat ternyaman dan melepas beban. Akan tetapi rumah juga bisa menjadi tempat ternyaman untuk melakukan pekerjaan. Apapun resikonya yang penting tetap produktif dalam bekerja.

Komentar
Continue Reading

Kesehatan

Tips dan Trik Untuk Hadapi Hipotermia Saat Melakukan Pendakian

Published

on

By

Mendaki gunung adalah hal yang menyenangkan. Akan tetapi bahaya hipotermia selalu mengintai mereka yang tidak tahu tips dan trik untuk menghindarinya.

Kondisi alam Indonesia yang banyak memiliki gunung sangat menarik untuk dijelajahi. Oleh karena itu tak sedikit traveler yang menghabiskan waktu liburnya untuk mendaki gunung. Jauh sebelum pendakian gunung menjadi tren traveler masa kini, para pecinta alam telah lebih dulu memulainya.

Salah satu bahaya yang sering mengintai para pendaki adalah hipotermia. Kurangnya persiapan terutama bagi pendaki pemula seringkali mengakibatkan terkena gejala hipotermia. Salah dalam melakukan penanganan bisa berakibat fatal, bahkan kalau terus dibiarkan nyawa bisa saja melayang.

Apa itu hipotermia?

images: pegipegi.com

Hipotermia termasuk kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis darurat. Keadaan ini terjadi saat temperatur tubuh menurun drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, yaitu di bawah 35°C. Suhu normal tubuh manusia sendiri berkisar antara 36 sd 37,5 derajat celcius.

Ketika temperatur tubuh berada jauh di bawah titik normal, sistem saraf dan fungsi organ lain dalam tubuh akan mulai terganggu. Apabila tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan kegagalan sistem pernafasan dan sistem sirkulasi (jantung). Pada akhirnya bisa berujung pada kematian.

Cara Pencegahan Hipotermia

images: 1.bp.blogspot.com

Mengingat bahaya yang bisa ditimbulkan dari hipotermia, ada baiknya kamu menyiapkan diri sebaik mungkin ketika hendak melakukan pendakian. Khususnya di musim penghujan seperti saat ini, resiko untuk terkena hipotermia semakin meningkat karena cuaca di gunung bisa jadi semakin tidak menentu.

Berikut ini adalah tips yang bisa kamu lakukan untuk mencegah hipotermia.

  1. Persiapkan fisik sebaik mungkin sebelum melakukan pendakian.
  2. Bawalah jas hujan untuk melindungi badan agar tidak basah jika terkena hujan.
  3. Jangan gunakan pakaian yang basah.
  4. Atur sebaik mungkin waktu istirahat selama pendakian.
  5. Konsumsi makanan dan minuman secara teratur.
  6. Jangan paksakan diri untuk terus menuju puncak padahal tubuh sudah tidak mampu.

Gejala Hipotermia

images: backpackerjakarta.com

Gejala hipotermia ini berbeda-beda tergantung kondisi tubuh orang yang mengalaminya. Pada umumnya, orang yang mengalami hipotermia ringan akan menunjukkan gejala seperti menggigil yang disertai rasa lelah, lemas, pusing, lapar, kulit pucat, dan napas yang cepat. Keadaan itu umumnya terjadi saat suhu tubuh berkisar antara 32 sd 35 derajat celcius.

Saat suhu tubuh semakin berkurang dibawah 32 derajat celcius, gejala hipotermia akan semakin bertambah parah seperti berikut ini.

  1. Mulai merasa lemas tak berdaya.
  2. Bicara tidak jelas atau mengigau.
  3. Bingung.
  4. Bertingkah aneh.
  5. Sulit bergerak dan kesadaran tubuh menurun.

Cara Menangani Hipotermia

images: http://cadventura.com

Pada intinya, cara menangani hipotermia bertujuan untuk mengembalikan suhu tubuh penderita ke kondisi normalnya. Apabila salah satu dari teman mendakimu mengalami hipotermia, hal pertama dan paling utama yang kamu lakukan adalah jangan panik. Sebab kalau kamu sendiri sudah panik maka kamu tak akan bisa melakukan hal yang tepat untuk menolong temanmu.

Setelah itu lakukan hal-hal berikut ini.

  1. Hangatkan penderita dengan pelan-pelan, sebab kalau terlalu cepat justru mengakibatkan terjadinya iritmia, yakni gangguan denyut jantung.
  2. Apabila pakaian penderita basah, maka sesegera mungkin ganti dengan pakaian yang kering
  3. Masukkan penderita ke dalam tenda ataupun flysheet.
  4. Jangan lupa gunakan matras agar penderita tidak bersentuhan langsung dengan tanah.
  5. Tutupi tubuh penderita dengan selimut, terutama bagian kepala dan perut.
  6. Berbagilah panas tubuh dengan penderita, bisa dengan cara memeluknya.
  7. Jangan biarkan penderita ketiduran, ajak terus berkomunikasi.
  8. Apabila telah sepenuhnya sadar, berilah makanan atau minuman yang hangat.

Nah itulah beberapa tips dan trik untuk menghindari serta menghadapi hipotermia. Semoga bermanfaat yaa..

 

 

Komentar
Continue Reading

Relationship

5 Kebiasaan Berikut ini Kelak Akan Membuatmu Jadi Istri Serba Bisa Saat Menikah Nanti

Published

on

By

Menjadi seorang istri adalah pekerjaan yang menyenangkan, meskipun terkadang cukup susah dijalankan. Kamu harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya.

Entah nanti kamu jadi ibu rumah tangga atau wanita karir, yang pasti kamu akan dituntut untuk bisa melakukan banyak hal. Kehidupan di dalam pernikahan jelas sangat berbeda dengan ketika kamu masih pacaran. Hari berganti, begitu juga dengan masalah dan tantangannya. Iya sih, masalah gak datang tiap hari. Tapi kalau kamu gak bisa mengatasinya, yang ada kehidupan keluargamu jadi berantakan.

Waktu memang akan mengajarkan cara untuk menjadi sosok ibu sekaligus istri yang baik. Hanya saja tak ada salahnya kalau sejak masa pacaran kamu mulai mempersiapkan diri untuk menghadapai berbagai hal buruk yang mungkin saja kamu temui saat menikah nanti.

  1. Wanita adalah perhiasan dunia, maka jangan malas untuk berdandan

images: bisnis.com

Kesibukan luar biasa sebagai seorang istri akan semakin bertambah ketika status kamu berubah menjadi ibu. Kalau tak bisa mengatur waktu, kesempatanmu mengurus diri sendiri akan terbengkalai lantaran sibuk mengurus si buah hati dan suami. Belum lagi pekerjaan kantor apabila kamu juga seorang working mom.

Namun semua itu tak akan terjadi kalau sejak dini sudah kamu tanamkan kewajiban untuk merias diri atau berdandan. Bagaimanapun juga salah satu hal yang membuat suami betah di rumah adalah penampilan istrinya yang menawan. Tidak perlu terlalu berlebihan, sekedar tidak membiarkan dirimu berantakan saja sudah cukup. Toh suami juga paham bahwa pekerjaan rumahmu cukup berat.

2. Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru

images: tipshariini.files.wordpress.com

Tidak semua orang dibekali dengan kemampuan cepat beradaptasi. Kamu harus membiasakan diri untuk cepat beradaptasi dengan berbagai perubahan situasi. Termasuk nanti ketika kamu ikut hidup bersama suami di tempat antah berantah. Tidak menutup kemungkinan kamu harus ikut mendampingi suami bertugas ke tempat yang jauh dari fasilitas.

Disitulah kemampuanmu sebagai seorang istri akan teruji. Pelan tapi pasti kamu harus belajar mengatasi persoalan yang ada. Kemampuanmu untuk segera menyesuaikan diri dengan situasi yang baru akan sangat membantu dalam mengatasi berbagai persoalan yang datang.

3. Selalu belajar dan suka dengan hal baru

images: cloudfront.net

Kalau mau jadi istri serba bisa, maka salah satu syarat wajib yang harus kamu miliki adalah jangan malas untuk selalu belajar. Rasanya tak mungkin kamu akan bisa banyak hal tanpa mau belajar lebih dulu. Kecuali kamu punya ilmu sihir seperti di film-film, maka tinggal bilang sim salabim saja apa yang kamu inginkan langsung terwujud.

Kamu juga mesti membiasakan diri untuk menyukai tantangan baru. Hal-hal baru yang datang di kehidupan kamu harus kamu hadapi dan bukan untuk dihindari. Meski terkadang cukup sulit, namun hal itu akan sangat membantu dalam mengasah kemampuan serta skill yang kamu miliki.

4. Jangan ragu untuk punya banyak mimpi

images: http://gemintang.com

Punya banyak mimpi bukan berarti kamu harus memperbanyak tidur lho ya! Biasanya orang yang suka dengan hal baru akan memiliki banyak mimpi untuk masa depannya. Dengan banyaknya mimpi yang harus diwujudkan, secara otomatis dia akan bekerja keras untuk membuat mimpi itu terwujud.

5. Pantang menyerah dan jarang mengeluh

images: www.hipwee.com

Mengeluh itu manusiawi. Namun menjadi tak wajar kalau itu kamu lakukan berulang kali. Sering mengeluh atas kondisi yang ada hanya akan membuatmu tidak bisa mengatasi persoalan yang sedang kamu hadapi. Tanamkan dalam diri semangat untuk pantang menyerah. Terdengar cukup naif memang, namun itu benar adanya. Lagian pekerjaan yang menumpuk tak akan selesai begitu saja dengan sekedar berkeluh kesah bukan?

 

Komentar
Continue Reading

Kesehatan

Inilah Penjelasan Medis Kenapa Suami Bisa Ikut “Ngidam” Saat Istri Hamil

Published

on

By

Salah satu masa-masa paling mengesankan dalam proses kehamilan adalah saat mengalami ngidam. Berbagai keinginan aneh konon katanya merupakan keinginan si bayi yang masih berada dalam kandungan. Kalau tidak dituruti, mitosnya adalah sang anak nantinya akan sering ngiler setelah lahir nanti. Ah, ada-ada saja. Tapi justru moment itulah yang akan menjadi kenangan indah nantinya.

Jenis ngidam ini bermacam-macam. Ada yang ngidam ingin makan, ngidam dengerin lagu, sampai ngidam pengen traveling. Entah itu beneran ngidam atau hanya pura-pura biar keinginannya terpenuhi, hanya orangyang ngidam dan Tuhan saja yang tahu.

Pernah gak sih kamu lihat ada suami yang ngidam saat istrinya hamil? Pasti pernah dong.. Tidak semua fase ngidam ini dialami oleh istri. Terkadang di beberapa kejadian, justru suami lah yang ngidam. Hal ini kesannya tidak masuk akal. Tapi tenang, ternyata kejadian ngidam yang dialami laki-laki ini ada penjelasan medisnya lho.

Istilah medisnya disebut kehamilan simpatik

images: http://cdn2.tstatic.net

Kehamilan simpatik atau istilah medisnya syndrom couvade adalah adalah kondisi di mana calon ayah ikut mengalami gejala-gejala kehamilan, seperti berat badan naik, mual, insomnia, perubahan suasana hati, bahkan  menginginkan beberapa jenis makanan tertentu di luar kebiasaan alias ngidam. Apabila tidak sanggup melawannya, calon ayah justru akan mengalami hal yang lebih berat dari seorang ibu seperti perasaan lemas sampai tidak bisa beraktifitas secara normal.

Gejala fisik dan gejala psikologis yang diakibatkan dari adanya kehamilan simpatik ini hampir sama dengan yang dialami oleh seorang ibu hamil. Gejala fisiknya adalah sakit kepala, mulas, sakit perut, kesulitan bernapas, keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu, kram pada kaki, sakit gigi, sering buang air kecil dan sakit pada bagian punggung dan perut bawah. Sedangkan gejala psikologisnya adalah rasa cemas, panik, sedih dan berbagai gangguan yang membuat pikiran menjadi tidak tenang.

Akan tetapi kondisi ini tidak sama pada setiap orang. Jadi jangan pukul rata semuanya yaa.

Penyebab dan Waktu 

images: meetdoctor.com

Biasanya hal-hal seperti ini terjadi saat masa kehamilan istri memasuki trimester pertama dan trimester ketiga. Saat memasuki trimester pertama, terjadi beberapa perubahan sikap dan kondisi pada istri. Hal itu secara tidak langsung akan mempengaruhi psikologis suami yang pada akhirnya menyebabkan kehamilan simpatik ini terjadi.

Memasuki trimester kedua, ibu hamil biasanya sudah dapat menyesuaikan diri. Secara otomatis, hal tersebut juga membuat calon ayah relatif lebih tenang. Barulah ketika mulai memasuki trimester ketiga atau menjelang kelahiran, gejala kehamilan simpatik kembali terjadi. Umumnya kecemasan yang berlebihan menjadi penyebabnya. Seperti cemas bagaimana menghadapi istri lahiran sampai dengan cemas apakah nanti bisa memberikan nafkah yang cukup atau tidak kepada buah hati.

Adanya ikatan batin yang kuat antara suami dengan istri juga turut mempengaruhi kehamilan simpatik ini. Semakin kuat ikatan batin, maka akan semakin besar pula kemungkinan calon ayah untuk merasakan hal yang sama dengan yang dialami oleh ibu hamil. Tapi kamu tak perlu khawatir, sebab semua perasaan “aneh” itu toh pada akhirnya akan terlewati juga.

Kamu hanya perlu sedikit bersabar dan saling bekerja sama dengan pasanganmu untuk melewati masa-masa sulit itu. Cobalah untuk saling menguatkan satu sama lain. Lagian, bukankah itu semua akan berakhir dengan indah saat melihat buah hati yang dinanti-nanti terlahir dalam keadaan sehat dan selamat?

 

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.