Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Relationship

5 Keuntungan Memiliki Pasangan Cewek Dengan Karir Lebih Tinggi

Published

on

Pada zaman dahulu orang beranggapan bahwa kewajiban seorang perempuan adalah mengabdi kepada suami dan total mengurus rumah tangga. Seiring berkembangnya zaman dan pandangan, anggapan itu perlahan-lahan mulai berubah. Perempuan tidak lagi cuma sekedar mengurus kasur, dapur dan sumur. Tetapi juga bisa memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk menggapai apa yang selama ini menjadi cita-citanya.

Masih belum terlalu lama kita memperingati hari Kartini. Ibu Kartini-lah yang menjadi salah satu inspirasi bagi perempuan untuk bisa mendapatkan kesempatan dan hak yang sama dengan laki-laki. Karena jasa beliau juga, saat ini perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam banyak hal yang dulu sempat ditabukan. Salah satu contohnya adalah dalam hal mengejar karir.

Namun sayangnya masih banyak pandangan miring tentang perempuan yang memiliki karir tinggi. Seperti susah dapat jodoh, akan meremehkan laki-laki sampai dengan kemampuan memimpinnya yang diragukan. Dalam hal jodoh misalnya, banyak laki-laki yang akan merasa minder kalau pasangannya memiliki karir atau jabatan lebih tinggi darinya.

Semua hal pasti memiliki keuntungan dan kerugian. Daripada kamu terus menerus memikirkan sisi negatif karena pasanganmu memiliki karir lebih tinggi, lebih baik kamu memikirkan sisi positifnya saja.

  1. Memiliki pasangan dengan karir lebih tinggi adalah suatu kebanggaan

images: http://uangonline.com

Selagi tak ada larangan di kantormu untuk menjalin hubungan dengan atasan, maka berpacaran atau menikah dengannya bukanlah suatu pelanggaran. Meskipun jabatanmu hanyalah seorang karyawan dan dia adalah pimpinan. Jangan ragu untuk mengambil keputusan, yang penting kalian saling cinta dan mampu menerima kekurangan serta kelebihan satu sama lain. Abaikan saja pandangan negatif orang lain, toh hidup kalian sendiri yang menjalani.

Lagian kalau direnungkan lebih dalam, bukankah suatu kebanggaan membuat seorang pimpinan falling in love with you?

2. Uang memang tak menjamin kebahagiaan, tapi setidaknya kamu tak akan terkendala masalah keuangan

images: amazonaws.com

Beberapa orang menginginkan istrinya nanti juga ikut bekerja. Bukan berarti dia tak betanggung jawab, hanya saja menopang beban dengan dua punggung tentunya akan lebih ringan daripada dengan satu punggung. Apalagi kalau karir dia lebih tinggi. Biasanya semakin tinggi karir semakin besar pula pendapatan. Pengelolaan keuangan keluarga tentu akan lebih mudah karena pendapatan yang masuk sudah bisa diperkirakan.

Tinggal kamu sebagai kepala keluarga yang menentukan prioritas. Selagi kamu tetap bisa menempatkan diri, jangan khawatir pasanganmu akan ngelunjak hanya karena pendapatannya lebih besar daripada kamu.

3. Kedudukan sosialmu juga akan terangkat

images: http://2.bp.blogspot.com

Salah satu hal yang banyak dicari di dalam hidup ini adalah kedudukan sosial yang tinggi dimata masyarakat sekitar. Ketika pekerjaanmu seorang freelancer, sementara itu kamu mendapatkan pasangan seorang dokter, maka secara otomatis kedudukan sosialmu pun juga akan terangkat. Bukan bermaksud menyepelekan freelancer, tapi pandangan orang kebanyakan pasti menganggap bahwa karir seorang dokter jauh lebih baik.

“Wuihh..hebat ya dia, kerjaan cuma serabutan tapi bisa dapet istri dokter”, kira-kira seperti itulah kalimat yang terlontar dari mulut teman-temanmu nanti.

4. Saat masih pacaran kamu tak perlu khawatir kalau jalan bareng, sebab dia juga bisa bayarin

images: detik.net.id

Moment membayar tagihan makan atau tiket bioskop menjadi moment yang cukup krusial saat masih pacaran. Kalau pas kamu ada uang sih gak masalah. Tapi kalau pas lagi cekak? mau minta suruh bayarin kok malu, tapi kalau gak dibayarin kok bingung besok mau makan pakai uang apa. Kejadian itu tentu saja tak akan terjadi ketika kamu berpacaran dengan cewek yang karirnya lebih tinggi. Pacarmu tentu akan paham dan tahu konsekuensinya berpacaran dengan kamu.

Karena itu jangan kaget saat dia nanti bilang, “Kali ini aku yang bayar yaa, kan gantian. Lagian kan kamu juga harus nabung buat ngelamar aku nanti”. Oh…sungguh kalimat yang sangat romantis!

5. Urusan pemikiran dan masa depan yang tidak perlu diragukan lagi

images: www.maxmanroe.com

Dengan posisi karirnya yang lebih tinggi daripada kamu, tentu tak perlu diragukan lagi soal pemikirannya. Biasanya seorang perempuan yang mengambil pilihan hidup untuk berkarir cenderung berpikiran maju. Ia sudah memikirkan masak-masak bagaimana nanti resiko kedepannya. Termasuk untuk urusan keluarga nanti. Berarti ia sudah siap untuk banting tulang mengejar karirnya sambil tetap berusaha untuk menjadi pasangan yang sebaik-baiknya bagi suaminya kelak.

Kalau kamu ketemu dengan peempuan seperti itu, pertahankan dan jangan lepaskan! Bisa jadi pasanganmu itu tergolong limited edition. Ada baiknya segera kamu fotocopy untuk diperbanyak.

Jangan pernah ragu untuk menjalin hubungan dengan perempuan yang karirnya lebih tinggi. Perkara dia nanti bisa nurut atau jadi ngelunjak, itu sepenuhnya tinggal bagaimana cara kamu menempatkan diri dan memberikan pengertian. Kenapa begitu? Karena wanita ingin dimengerti, lewat tutur lembut dan laku agung *nyanyi.

Komentar
Continue Reading

Relationship

4 Hal yang Harus Kamu Perhatikan Sebelum Melangkah ke Jenjang Pernikahan

Published

on

By

Bagi sebagian besar orang, menikah menjadi salah satu tujuan hidup yang harus dicapai. Bahkan tak sedikit yang sampai mematok target harus menikah di usia tertentu. Padahal ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika seseorang hendak memutuskan untuk menikah.

Meskipun kami bukan merupakan bagian dari tim pemerintah yang menyusun pedoman untuk pernikahan, tapi setidaknya kami sudah merangkum 4 hal yang harus diperhatikan sebelum kamu memutuskan untuk merubah status dari “lajang” menjadi “menikah”. Yah, semoga saja bermanfaat yaa, lumayan, bisa menjadi tambahan tabungan untuk amal kebaikan tim penulis di akherat nanti.

Cekidot….

1. Pastikan keluarga kalian nanti punya penghasilan

Rumah tangga itu dibangun dengan perasaan. Tapi untuk merawatnya dibutuhkan penghasilan. Kenapa demikian? Karena beli beras dan bayar tagihan listrik nanti tak bisa dilakukan dengan rasa cinta.

Jadi demi kestabilan rumah tangga, sangat diperlukan adanya penghasilan. Permasalahan besar atau kecilnya penghasilan yang didapatkan itu bisa dinomor duakan. Yang penting ada dulu penghasilannya, baru disesuaikan dengan gaya dan kebutuhan hidup.

2. Yakinkan hati kalau dia benar-benar orang yang tepat

Kalau belum yakin, mending tunda dulu rencana untuk menikah. Orang bisa dengan mudah berkata cinta bisa tumbuh karena terbiasa. Tapi pelaksanaannya tak semudah itu…Markonah!

Mumpung belum menikah, kamu masih bisa mempertimbangkan dulu keputusan yang akan diambil dengan akal serta logika. Jangan terfokus dengan perasaan, sebab terkadang itu bisa menipu. Pernah dengar kan alasab ketika orang bercerai karena tidak cocok lagi??? Percayalah, mengatakan putus itu lebih mudah dibanding mengurus berkas perceraian.

3. Sebisa mungkin keluarga kalian merestuinya

Menikah itu tak hanya menyatukan kamu dan dia saja. Tapi juga kedua keluarga kalian. Ketika dari awal sudah tidak saling mendukung, maka kemungkinan besar perjalanan hidup kalian nanti akan banyak rintangannya.

Kecuali kalian termasuk orang yang punya semangat juang yang tinggi dalam menentang arus. Maka keputusan beresiko untuk selalu debat dengan keluarga bisa kamu ambil. Silahkan saja, toh setiap pilihan yang diambil tetap memiliki resiko.

4. Sudah punya calon

Keluarga mendukung, umur sudah tepat, dan penghasilan sudah ada, tapi tak punya calon untuk dinikahi. Terus yang mau kamu ajak duduk di kursi pelaminan itu siapaaaaaa???? Kotak sumbangan???

Komentar
Continue Reading

Relationship

Tips Agar Tetap Tampil Elegan Saat Datang ke Pernikahan Mantan

Published

on

By

Mantanmu sudah mau menikah, kamu diundang, tapi kamunya masih jomblo? Sabar…dunia masih terus berputar pada porosnya kok. Jadi hal itu bukanlah akhir dari perjalanan semesta ini.

Kamu harus sanggup menghadapi kenyataan bahwa orang yang pernah menghiasi hari-hari indahmu akan lebih dulu mengikat janji suci dengan orang lain yang ternyata menjadi jodohnya. Kamu harus kuat, jangan terpikirkan untuk bunuh diri! Itu dosa dan kamu nanti bisa ditempatkan di keraknya api neraka.

Jangan pula punya pemikiran untuk datang ke pernikahannya, lalu berniat sedikit mengacaukan acara resepsi dengan menyanyikan lagu Ditinggal Rabi-nya NDX AKA atau Pamer Bojo-nya Didi Kempot. Meski bakal viral, ada cara lain yang lebih elegan untuk membuat mantan terkesima dengan kedatanganmu di hari pernikahannya.

  1. Walaupun posisi saat ini kamu sedang sendiri, wajib hukumnya untuk membawa pasangan ke nikahan mantan. Usahakan dia yang kamu ajak itu orangnya lebih cantik/ganteng dari mantanmu. Buktikan kalau kamu bisa dapat yang lebih baik.

harus punya gandengan via http://talknews24.com

2. Berpenampilanlah yang menarik. Jangan tampil acak-acakan meskipun dalam keseharian kamu tampil seenaknya. Di acara penting semacam itu kamu harus bisa melakukan pencitraan.

tampil elegan via idntimes.com

3. Acara nikahan juga identik dengan reuni. Jangan terlihat sedih seandainya ada teman yang mengungkit masa lalumu dengan dia. Seremuk apapun hatimu, kamu harus terlihat kuat!

jangan baper yaa via https://ginabrocker.com

4. Siapkan jawaban atas pertanyaan “kapan nyusul” yang biasanya datang dari rekan-rekanmu atau bahkan mantanmu. Jawab singkat saja: “Nanti sore habis mandi.”

jangan lupa senyum sambil jawab via https://gema.id

5. Kado terindah untuk dia adalah suami/istrinya yang duduk di pelaminan. Tapi kamu juga mesti memberikan kado spesial untuk dia. Jangan sebatas amplop dengan isi uang yang tak seberapa. Apalagi amplop kosong!

kasih kado spesial via https://mamikos.com

Komentar
Continue Reading

Relationship

Cara Paling Elegan Untuk Menikung Pacar Teman

Published

on

By

Sudahi dulu ribut-ribut soal Pilpres ataupun Pileg. Bukannya hal itu tidak penting, tapi akan lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Kalau kata pak Kyai sih, Tinggalken!!!

Ada baiknya kamu mikirin hubunganmu sama dia. Iya, dia yang masih menjadi pacar temanmu. Coba kamu renungkan, sampai kapan kamu mau terus memendam rasa? Sampai Arsenal juara Piala Presiden?

Jatuh cinta adalah anugerah, karena tidak semua orang bisa merasakannya. Termasuk jatuh cinta kepada pacar teman sendiri. Kalau hati boleh milih, tak ada satu orang pun yang mau berada dalam posisi seperti ini. Sayangnya, rasa cinta yang mulia itu datang tanpa pernah diundang dan sialnya, ditujukan kepada pacar teman sendiri. Eh, apa itu kesialan ya? Kayaknya bukan deh.

Ketika rasa cinta kepada pacar teman sendiri itu datang, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah bertanya kepada diri sendiri. Ada tiga hal yang harus kamu tanyakan. Mau dihentikan, mau disimpan dalam hati, atau diteruskan? Kalau jawabanmu adalah mau diteruskan, maka tak ada salahnya kamu baca artikel ini.

Memang sih, jatuh cinta kepada pacar teman sendiri itu perkara rumit. Mungkin kadar kerumitannya sama dengan rumus-rumus integral dan defferensial. Tapi karena cinta bukan ilmu pasti, semua kerumitan itu akan menemukan jalan keluarnya.

Cara paling ekstrem yang bisa kamu lakukan adalah dengan langsung mengungkapkannya tanpo tedeng aling-aling. Nyatakan saja kalau kamu cinta dia. Cukup sampai disitu saja. Perkara dia punya perasaan yang sama atau tidak, itu bukan urusan kamu. Tapi cara ini jelas sangat beresiko. Bukan hanya hubunganmu dengan dia saja yang dipertaruhkan, tapi juga hubunganmu dengan temanmu.

Kalau kamu termasuk orang yang tak percaya teori cinta tidak harus memiliki, maka cara pertama yang harus kamu lakukan adalah bersabar. Simpan sendiri perasaanmu itu dalam hati. Jangan sampai ada orang lain yang tahu. Ingat, rahasia sudah bukan menjadi rahasia lagi jika sudah diketahui orang meskipun orang itu berjanji untuk merahasiakannya lagi.

Dalam masa-masa penuh kesabaran itu, lakukanlah kebiasaanmu dengan sewajarnya. Jangan mendadak sok dekat dengan dia, ataupun sebaliknya malah menjauh. Justru saat itulah kamu harus belajar. Iya, mempelajari seperti apa sesungguhnya hubungan dia dengan temanmu.

Kamu tak perlu mempelajari banyak hal soal kekurangan temanmu dihadapan dia, sebab manusia tak ada yang sempurna. Perlu diperjelas disini adalah yang kamu pelajari itu soal hubungan pacarannya, bukan kekurangan secara personal temanmu. Jadi paham kan? Kalau belum paham coba semedi  dulu sana.

Ketika kisi-kisi soal kisah cinta mereka sudah kamu dapatkan, maka langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah mencari kekurangannya. Ambil contoh tidak disetujui orang tua, beda agama, beda status sosial, ataupun mungkin beda pilihan capres. Potensi konflik pasti akan muncul dari situ. Dan hal ini patut kamu manfaatkan sebaik mungkin.

Kamu bisa saja tetap menjadi diri sendiri. Tapi tak ada salahnya juga untuk mencoba menjadi sosok seideal mungkin di mata dia. Setidaknya sampai tujuanmu tercapai. Eh bentar, difokuskan dulu yaa tujuannya, dia jadi milikmu. Bukan hanya sebatas mengungkapkan rasa tapi ujungnya dibiarkan saja sama dia.

Di saat konflik itu benar-benar muncul ke permukaan, jangan buru-buru untuk segera hadir sebagai pihak ketiga penengah konflik. Kamu bukan PBB yang bisa mengirim misi perdamaian. Kamu adalah seseorang yang sedang menunggu peluang. Biarkan mengalir dulu sampai dia mengungkapkannya sendiri. Baru kemudian kamu mulai masuk.

Jangan lupakan juga temanmu. Di mata temanmu, kamu harus tetap terlihat netral. Tahan dulu hasratmu untuk segera mengeluarkan senjata pamungkas agar segera putus saja.

Jika pada akhirnya dia dan temanmu berakhir dengan kata putus, maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menenangkan kedua pihak. Kenapa harus kedua pihak? Ya biar kamu tetap terlihat netral. Memangnya cuma TNI-Polri saja yang harus netral?

Saat keduanya sudah mulai move on, dikala itulah kamu baru mulai masuk lebih dalam ke kehidupan dia. Tinggalkan sejenak temanmu. Anggap saja temanmu itu bagian masa lalu dia yang sudah habis masa berlakunya biar kamu tidak merasa risih.

Terus nyatakan cinta sama dia-nya kapan? Eits, sabar dulu. Meskipun dia sudah menjadi mantan temanmu, masih ada unggah-ungguh yang harus kamu lakukan. Kamu setidaknya bilang dulu ke temanmu bahwa kamu sudah jatuh cinta sama mantannya. Tapi jangan bilang kalau kamu sudah jatuh hati sejak dia masih pacaran sama temanmu itu.

Gunakan bahasa yang tepat. Hal ini cukup sensitif. Salah ucap sedikit saja bisa merusak cara menikung pacar teman secara elegan. Seandainya temanmu legowo, pasti ia akan menerima. Tapi kalaupun tak terima, ya abaikan saja. Kan fokusmu sudah sama dia, bukan ke temanmu itu lagi.

Barulah setelah langkah demi langkah tadi kamu jalani, kamu bisa nyatakan cinta kepada dia. Perkara diterima atau ditolak, itu bukan urusan kami. Itu sepenuhnya jadi urusan kamu. Sebab jodoh ada di tangan Tuhan dan akan ditentukan dengan aksimu di lapangan, bukan ditentukan oleh kami.

Semoga langkah-langkah di atas bisa sedikit membantu ya. Biar kalimat teman makan teman hilang dari kamus perpacaran tahun 2019.

 

 

Komentar
Continue Reading

Trending