Otomotif, Tips

4 Kesalahan Penggunaan Lampu Hazard yang Sering Terjadi di Jalanan Indonesia

Lampu Hazard
img: camargus.com

Lampu hazard atau biasa disebut lampu bahaya adalah fungsi dari kendaraan untuk menyalakan lampu sein berkedip secara bersamaan. Letaknya yang biasanya berada terpisah dan dengan warna mencolok tentunya bukan tanpa alasan. Lampu hazard digunakan sebagai tanda adanya hal darurat atau sebagai pemberitahuan untuk berhati-hati.

Namun, masih banyak pengemudi yang salah kaprah dalam penggunaan lampu hazar. Berikut 4 kesalahan penggunaan lampu hazard yang umum terjadi.

Saat Hujan

Banyak pengemudi yang menyalakan lampu hazard saat hujan turun. Hal tersebut tentu kurang pas, karena akan mengganggu konsentrasi pengemudi lain. Jika hujan turun, dianjurkan untuk menyalakan lampu kabut atau foglamp saja. Atau bisa menyalakan lampu utama bila diperlukan.

Sebenarnya yang terpenting saat berkendara di kondisi hujan adalah mengurangi kecepatan, jaga jarak aman, dan tetap konsentrasi agar tidak terjadi panic breaking dan tergelincir.

Saat Berkabut

Menyalakan lampu hazard dalam situasi berkabut tentunya adalah hal percuma, karena lampu hazard tidak dirancang untuk menembus kabut. Tapi jika lampu hazard terlihat, justru akan memecah konsentrasi pengemudi lain.

Untuk menembus kabut, alangkah baiknya menggunakan foglamp atau lampu kabut, karena foglamp sudah dirancang agar bisa menembus kabut. Tapi jika tidak ada foglamp, menyalakan lampu utama tentunya akan lebih bermanfaat daripada menyalakan lampu hazard.

Saat Memasuki Terowongan Gelap

Saat memasuki terowongan biasanya keadaan akan menjadi gelap. Dalam kondisi tersebut menyalakan lamu hazard dirasa kurang bermanfaat, atau bahkan bisa mengganggu pengemudi lain. Jika memasuki terowongan yang gelap, kamu bisa menyalakan foglamp atau lampu kota saja, bisa juga menyalakan lampu utama jika penglihatan kurang mampu menangkap objek di jalan.

Saat Berjalan Lurus di Persimpangan

Nah, kalau ini sudah seperti budaya di jalanan Indonesia. Menyalakan lampu hazard saat hendak berjalan lurus di persimpangan tentunya akan membuat bingung pengguna jalan lain. Apalagi jika salah satu lampu terhalang sesuatu, pasti pengguna jalan lain akan mengira bahwa kendaraan tersebut menyalakan sein dan akan berbelok. Menyalakan lampu hazard di persimpangan juga bisa menggambarkan ketidak harmonisan orang yang berada di dalam kendaraan, penumpang ingin belok kiri tapi sopir ingin ke kanan.

Itulah 4 kesalahan dalam penggunaan lampu hazard yang sering terjadi di jalanan Indonesia. Hati-hati di jalan dan tetap patuhi tata-tertib lalu lintas.

 

 

Comments

comments