Connect with us

Inspirasi

3 Srikandi Tangguh Pemerintahan Jokowi, Yang Manakah Idolamu ?

Published

on

Pemerintahan Kabinet Kerja yang dipimpin oleh Presiden Jokowi menuai banyak perhatian masyarakat, mulai dari awal pelantikan hingga biografi tiap menterinya. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah keberadaan beberapa wanita ‘super’ yang memimpin beberapa kementerian tersebut. Lantas siapa saja kah mereka ?

  1. Sri Mulyani

Sosok wanita yang satu ini memang tidak diragukan lagi kredibilitasnya, bisa dikatakan sangat totalitas dalam berkarir. Terlahir dari orang tua yang bergelar profesor, ibu tiga orang anak ini mempunyai prinsip bahwa pendidikan adalah hal penting dan utama bagi keluarganya. Semenjak duduk di bangku SMA, Sri Mulyani sudah aktif di berbagai kegiatan dan organisasi, salah satunya pernah menjabat sebagai ketua OSIS. Hal yang patut kita contoh adalah kepandaiannya dalam membagi waktu, terbukti walaupun menjabat sebagai ketua OSIS namun tetap bisa berprestasi di kelas.

Selepas SMA, Sri Mulyani melanjutkan studi ke Universitas Indonesia (UI) Jurusan Ekonomi Prodi Pembangunan dan lulus dengan predikat lulusan terbaik kala itu. Tak berhenti sampai disini, Sri Mulyani kembali menorehkan prestasi dengan mendapat beasiswa S2 dan S3 sekaligus dari University of Illinois Urbana-Champaign di Amerika Serikat.

Istri dari Tonny Sumartono ini kemudian kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program doktornya, dan berbagai jabatan strategis pun sempat disandangnya. Hal yang paling membekas adalah ketika pada tahun 2004 beliau diberi amanah oleh Presiden SBY menjadi menteri keuangan. Karir cemerlang tersebut kemudian meredup kala wanita kelahiran 1962 ini dikaitkan dengan skandal bank Century. Puncaknya tahun 2009 beliau mengundurkan diri.

sri mulyani via asiaone.com

Perjalanan karir Sri Mulyani ternyata tak berhenti begitu saja, bahkan di tahun berikutnya beliau dipercaya menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia hingga tahun 2016. Memperoleh peran penting dan mendapat berbagai penghargaan internasional, membuat Presiden Joko Widodo kembali ‘melirik’ Sri Mulyani untuk masuk ke dalam kabinet pemerintahannya.  Hingga saat ini Sri Mulyani masih menjadi wanita tangguh yang memegang puncak kendali keuangan di negeri ini, Menteri Keuangan.

  1. Khofifah Indar Parawansa

Berbeda dengan Sri Mulyani, sosok srikandi yang satu ini juga berhasil menuai perhatian publik. Menjabat sebagai menteri sosial di era kabinet kerja membuat Khofifah begitu dekat dengan masyarakat. Wanita yang khas dengan gaya hijab sederhananya ini sebetulnya bukan orang yang baru dalam kancah politik tanah air. Khofifah pernah menjabat sebagai wakil ketua DPR tahun 1999. Di masa pemerintahan Gus Dur juga dipercaya menjadi menteri pemberdayaan perempuan, dan pada masa pemerintahan Jokowi Khofifah kembali dipercaya Presiden Jokowi memegang puncak kendali kementerian sosial.

mensos via politiktoday.com

Walaupun Khofifah kiprahnya kebanyakan di dalam negeri, namun kredibilitasnya juga tidak diragukan lagi. Banyak kebijakan-kebijakan yang langsung terasa di masyarakat. Hingga akhirnya suami dari Ir.H. Indar Parawansa, M.Si ini tetap dipercaya menjadi menteri sosial, tidak ikut terkena reshufle kabinet kerja beberapa waktu lalu.

  1. Susi Pudjiastuti

Siapa yang tak kenal sosok wanita yang satu ini ? Dengan gaya khasnya yang nyentrik sempat menjadi pusat perhatian netizen kala Presiden Jokowi mempercayakan jabatan sebagai menteri kelautan dan perikanan kepadanya. Bagaimana tidak, pro kontra sempat terjadi ketika wanita yang hanya mempunyai ijazah SMP ini ketahuan merokok dan memiliki tatto di kakinya. Hal yang tidak lazim bagi seorang menteri. Namun berbeda halnya dengan Presiden Jokowi, beliau lebih memandang dari sisi kinerja dari pada segelintir ‘assesories’ negatif yang tersemat kepadanya.

menteri susi via berita168.com

Terbukti menteri Susi memulai karir bisnisnya dari semasa SMA bahkan sampai memutuskan keluar sekolah demi menyeriusi bisnis perikanannya tersebut. Hingga akhirnya putri dari saudagar sapi ini mendirikan maskapai SUSI AIR yang melayani penerbangan-penerbangan di daerah terpencil. Pandai sekali mencium aroma peluang bisnis bukan ?

Demi profesionalitas kerja, menteri Susi pun melepas semua jabatan di bidang bisnisnya untuk lebih fokus dalam dunia pemerintahan. Berbagai kebijakan pun membuat masyarakat berdecak kagum, salah satunya adalah keberanian menteri Susi meledakkan kapal-kapal pencuri ikan (illegal fishing) di kawasan perairan Indonesia.

Untuk kehidupan pribadi, Menteri Susi diketahui menikah tiga kali dan mempunyai tiga orang anak dari pernikahan-pernikahannya tersebut.

 

Itu dia tiga srikandi di pemerintahan kabinet kerja Presiden Jokowi. Sebagai wanita, masing-masing mempunyai keahlian yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Lalu, yang manakah idolamu ?

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Inspirasi Resepsi Pernikahan Dengan Budget Pas-pasan, Sederhana Tapi Bermakna

Published

on

By

Sebenarnya menikah biaya menikah itu murah. Kalaupun ada yang membuatnya terlihat mahal, itu adalah biaya “pamer”nya. Ya, pada intinya menikah itu harus ada kedua mempelai, saksi, mas kawin, akad, dan dilengkapi dengan restu kedua orang tua. Hanya saja karena itu diharapkan menjadi momen sekali seumur hidup, sebagian besar orang menjadikannya sebagai ritual yang harus terlihat mewah dan berkualitas.

Tak jarang sampai ada yang harus berhutang sana-sini demi melangsungkan pesta resepsi pernikahan yang meriah. Pasti terkenang sih, tapi bagaimana dengan mereka yang hanya punya budget pas-pasan tapi ingin resepsi pernikahan yang berkesan?

Tenang….kami ada solusinya. Berikut akan kami berikan beberapa tips untuk kamu yang ingin melangsungkan resepsi pernikahan yang berkesan meskipun hanya dibekali dengan budget pas-pasan.

  1. Untuk menghemat biaya sewa gedung, kamu bisa mengakalinya dengan menggunakan halaman depan rumahmu. 

images: https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/

2. Seandainya rumah kamu tak memiliki halaman depan yang mencukupi, maka mau tak mau harus menyewa gedung. Tak perlu gedung yang bagus atau besar, sebab biaya sewanya bisa mahal. Kamu bisa sewa aula atau kantor desa untuk menghemat biaya.

images: http://www.bangfebrianmiandy.com/

3. Biaya membengkak karena banyaknya tamu undangan. Kamu bisa merubah konsep acara dengan tema private party. Khusus pihak keluarga dan teman terdekat saja yang diundang ke acara resepsi.

images: http://melanieduerkopp.com/

4. Manfaatkan keahlian teman-teman kamu sebagai pengisi acara.

images: https://media.karousell.com/

5. Selain sebagai pengisi acara, kamu juga bisa meminta tolong teman-temanmu yang mahir di dunia fotografi ataupun vidografi untuk mengabadikan momen. “Harga teman” pasti akan sangat membantu.

images: https://www.plazakamera.com/

6. Hindari masak sendiri untuk resepsi karena harga bahan makanan yang fluktuatif. Akan lebih baik jika kamu menggunakan jasa katering. Tapi harus selektif juga yaa, yang hemat biayanya.

images: https://www.aertsonhotel.com/

Itulah beberapa tips sederhana untuk menghemat budget resepsi pernikahan. Perkara acara resepsi kamu menjadi rasanan tetangga karena ora umum, itu bukan urusan kami yaa…..

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Keren! Ini Dia Isi Pidato Nadiem Makarim di Peringatan Hari Guru 2019

Published

on

Menjelang peringatan Hari Guru tanggal 25 November 2019 mendatang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyinggung berbagai isu tentang masalah guru di Indonesia. Mulai dari banyaknya aturan, beban administrasi, hingga berbelitnya birokrasi. Hal tersebut disampaikan dalam teks pidato yang diunggah dalam situs resmi mendikbud.

img: voa-islam.com

Berikut selengkapnya

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

– Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
– Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
– Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
– Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
– Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Isi pidato di atas sontak menuai pujian dari para warganet karena telah mewakili sebagian besar perasaan guru di Indonesia yang terbelenggu begitu banyak aturan. Semoga Nadiem Makarim dapat membawa perubahan yang semakin baik bagi pendidikan Indonesia.

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Keluar dari Zona Nyaman, Ayu Kartika Dewi Kini Menjadi Stafsus Jokowi

Published

on

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk 7 staf khusus anak muda pada Kamis (21/11/2019). Berikut ini 7 staf khusus baru Jokowi dari kalangan milenial yang diperkenalkan:

1. Adamas Belva Syah Devara (29) – Founder dan CEO Ruang Guru
2. Putri Indahsari Tanjung (23) – Founder dan CEO Creativepreneur
3. Andi Taufan Garuda Putra (32) – Founder dan CEO Amartha
4. Ayu Kartika Dewi (36) – Pendiri Gerakan SabangMerauke
5. Gracia Billy Mambrasar (31) – Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia
6. Angkie Yudistia (32) – Pendiri Thisable Enterprise
7. Aminuddin Maruf (33) – Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Diantara 3 milenial wanita yang ada diatas, salah satunya adalah Ayu Kartika Dewi, seorang pegiat toleransi berprestasi. Pengalaman dan prestasi Ayu yang cukup banyak membuat Presiden Jokowi yakin akan kemampuan wanita 36 tahun ini untuk menjadi staf khusus Presiden.

Ayu merupakan lulusan berprestasi Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR). Bahkan tugas akhir skripsinya terpilih untuk mendapatkan Student Grant dari Asian Development Bank. Setelah lulus kuliah, Ayu memutuskan bekerja di P&G di Singapura sebagai Consumer Insights Manager dari 2007 hingga 2010. Namun ditengah karir yang meroket di dunia korporat, Ayu justru keluar dari zona nyaman.

img; sabangmerauke.id

Jika kamu tahu Gerakan Indonesia Mengajar yang diprakarsai Anies Baswedan, maka Ayu adalah salah satu angkatan pertama dan saat itu dia ditugaskan mengajar di SD di Maluku Utara. Berawal dari kegiatan sosial tersebut, pada 2013 Ayu mendirikan gerakan SabangMerauke, yaitu sebuah program pertukaran pelajar antar-daerah di Indonesia untuk menanamkan nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.

Tak cukup sampai disitu, atas segudang hal yang dilakukan untuk anak-anak di Indonesia, Ayu mendapatkan beasiswa Keller Scholarship dan Fulbright Scholarship untuk melanjutkan kuliah di Duke University – Fuqua School of Business, Amerika Serikat. Ia lulus dengan gelar MBA dan sempat bekerja sebagai konsultan di McKinsey selama tiga bulan pada 2014.

Pada tahun 2015 Ayu pun dipercaya sebagai Staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan kini wanita berhijab ini dipercaya Jokowi menjadi salah satu stafsus dalam bidang sosial.

Itulah sederet pengalaman dan prestasi Ayu Kartika Dewi, staf khusus Presiden dari kalangan milenial. Kalau Ayu bisa, mengapa kamu tidak ?

Komentar
Continue Reading

Trending