Connect with us

Bola

Wawancara Ekslusif Dengan Cristiano Ronaldo! Terungkap Alasan CR7 Pindah ke Juventus

Published

on

Kepindahan Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus memang cukup mengejutkan. Banyak yang mengira kapten timnas Portugal itu akan terbang ke Paris untuk bergabung dengan klub super kaya Paris St Germain demi ambisinya untuk menjadi juara Liga Champions. Sayangnya kita semua juga hampir lupa bahwa di Italia sana ada juga “raja” yang selama bertahun-tahun kesulitan untuk merengkuh trofi Liga Champions.

Dengan mahar 100 juta euro plus 12 juta euro sebagai kompensasi, Ronaldo akan memakai kostum zebra mulai musim depan. Kami dari tim sports Hitsbanget.com sangat beruntung memiliki kesempatan singkat untuk berbincang dengannya.

Ronaldo: CR7

Hitsbanget.com: Sebut saja Jono (nama reporter samaran)

Jono : “Selamat siang mas. Terimakasih yaa sudah mau menerima kami yang jauh-jauh datang dari timur untuk sekedar ngobrol.”

CR7 : “Off course…that’s no problem.”

Jono: “Pakai bahasa Indonesia saja mas, bahasa Inggris saya kurang bagus. Di rapot cuma dapat 6,1. Bisa kan mas?”

CR7: “Oh iya…sedikit-sedikit saya bisa.” Dengan logatnya yang aneh kaya di film-film jadul yang mengisahkan tentang penjajahan kompeni di Indonesia.

Jono: “Enaknya dipanggil apa ya mas? Mas Kris, mas Ronal, atau mas Dodo?”

CR7: “Terserah kamu aja, yang penting enak didengar. Kalau gak enak, saya suruh pulang kamu!”

Jono: “Oke mas…saya panggil mas Kris aja yaa?”

CR7: “Oke”

Jono: “Mas…kenapa mau dipinang Juventus?”

CR7: “Jono!!!! Pliss deh….saya gak nikah sama Juventus!”

Jono: “Oh maaf, maksud saya kenapa mau bergabung dengan Juventus? Kan di Madrid udah enak.”

CR7: “Enak sih, tapi gak ada tantangan. Semua sudah saya dapatkan disana. Wanita cantik, uang, rumah, mobil, anak, gelar juara dan masih banyak lagi.”

Jono: “Tapi kan di Juve nanti paling mas Kris juga dapat semua itu?”

CR7: “Eits…belum tentu. Semua yang saya sebutkan diatas memang jelas dapat, kecuali gelar juara. Liga Champions khususnya.”

Jono: “Oh iya saya lupa, Juve ini susah banget ya buat dapet Liga Champions.”

CR7: “Disitulah tantangannya Jon. Kalau musim depan saya bisa bawa Juventus juara Champions, itu berarti akan Juve butuh seorang CR7 untuk bisa memenanginya. Banyak pemain serta pelatih hebat datang dan pergi sejak 1996, tapi tak ada satupun yang mampu membawa Juve juara Champions.”

Jono: “Gak bosen mas sama Liga Champions? gak pengen pindah haluan ke Liga Eropa? biar lengkap gitu koleksi gelarnya.”

CR7: “Nanti lah jelang pensiun. Mungkin bisa saja saya gabung dengan AC Milan atau Arsenal biar bisa bantu mereka angkat trophi.”

Jono: “Juara liga maksudnya?”

CR7: “Iya…tapi Liga Eropa…hahahaha. Kan level mereka disitu.”

Jono: “Mas…saya milanisti lho!!!”

CR7: “Yah…yang sabar yaa.” Katanya sambil mem puk-puk bahu saya.

Jono: “Nilai transfer mas Kris terbilang kecil jika dibandingkan Neymar, Pogba, bahkan Coutinho. Apa mas Kris tidak tersinggung?”

CR7: “Ngapain tersinggung. Saya kan orangnya tidak baperan karena merasa tidak dihargai. Justru sekarang ini jamannya yang murah tapi berkualitas. Lagian semurah-murahnya saya, apa mampu Milan kebanggaan kamu itu mampu membeli saya?”

Kalau bukan kapten Portugal, sudah tak keplak ndiasmu do ronaldo!

Jono: “Iya iya mas…terus-terusin aja membully saya.”

CR7: “hahaha….jangan baper gitu donk. Udah ni saya sediain makanan khas Italia, spagheti. Belum pernah kan?”

Jono: “Oalah mas mas…yang beginian mah banyak di indomurat sama albamaret.”

CR7: “yeee itu mah beda atuh…ie teh asli.”

Lhoh kok Cristiano Ronaldo jadi pakai bahasa Sunda gini. Jangan-jangan saya salah orang, ini bukan mas Kris tapi mang Jajang. Ahh…peduli iblis, mumpung gratis langsung saya makan saja spagheti yang katanya asli itu.

CR7: “Gimana, enak kan?”

Jono: “Enak lah mas…kan gratis.”

CR7: “Trus mau tanya apa lagi?”

Jono: “Kenapa mas Kris pilih Liga Italia? bukan liga yang lain.”

CR7: “Maksud kamu saya suruh ke liga Indonesia gitu? Ya gak mau lah, bisa patah kaki saya nanti! Mainnya keras gitu kok.”

Jono: “Ya bukan gitu juga kali mas. Kan bisa ke Jerman atau Prancis.”

CR7: “Sebenernya pengen sih ke Prancis. Pasti gaji saya disana gede. Tapi PSG gak pernah datang ke saya untuk memberi tawaran harga. Juve datang, ya saya terima. Seperti pacaran, siapa yang cepat menembak, dia yang diterima.”

Jono: “Wah, mas Kris ini tahu juga ya. Biarpun usia tua tapi pemikiran masih remaja.”

CR7: “Hush…jangan bilang tua. Sebut saja dewasa. Pamali ngomongin umur.”

Jono: “Hehehe iya mas maaf. Waduh mas…gak terasa yaa udah mau magrib aja. Satu pertanyaan lagi yaa?”

CR7: “Iya..kebetulan saya juga ada janji sama anak-anak mau ngajak ke pasar malem.”

Eh…ini saya lagi di Indonesia atau Italia sih.

Jono: “Sampingan mas Kris kan udah banyak, kayak brand ambassador, bikin parfum, foto model dll. Apa gak pengen nyoba bisnis kuliner? Jualan cilok misalnya.”

CR7: “Eh..cilok makanan apa itu?”

Jono: “Aci dicolok maksudnya…makanan khas Indonesia.”

CR7: “Yah mungkin suatu saat nanti. Tapi berhubung saya sedang di Italia, kayaknya saya tertarik sama kuliner yang ada kaitannya dengan mie.”

Jono: “Bikin restoran Spaghetti CR7?”

CR7: “Bukan…tapi variasinya. Bakmi Godog mas Kris cabang Turin.”

Dan setelah itupun saya berpamitan.

Cerita diatas hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan nama atau tempat itu hanya faktor ketidaksengajaan. (biar kaya di sinetron-sinetron)

Komentar

Bola

Hasil dan Klasemen Sementara Kualifikasi Piala Asia U-23 Grup K

Published

on

By

Matchday 1 Kualifikasi Piala Asia U-23 Grup K telah selesai digelar. Pesta gol terjadi di dua pertandingan berbeda. Di pertandingan pertama timnas Thailand sukses mengalahkan timnas Indonesia dengan skor 4-0. Di pertandingan kedua giliran timnas Vietnam yang pesta gol ke gawang Brunei Darussalam dengan skor 6-0.

Dalam pertandingan yang digelar di My Dinh Stadium, skuat Garuda Muda praktis tak bisa berbuat banyak kala menghadapi Thailand. Di babak pertama anak asuh Indra Sjafri tersebut nyaris dikurung terus di zona pertahanan. Tercatat hanya ada satu tembakan ke arah gawang Thailand di sepanjang babak pertama.

images: detik.com

Gol Shinnaphat Leeaoh pada menit ke-21 membuat tim gajah putih menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0. Memasuki lima menit babak kedua, pelanggaran Rachmat Irianto di kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih. Supachai yang menjadi eksekutor sukses menaklukkan Awan Setho untuk menggandakan keunggulan Thailand.

Di menit ke-71 Supachai kembali mencatatkan namanya ke papan skor lewat sebuah tendangan jari darak dekat. Hanya berselang tiga menit kemudian Thailand berhasil menambah gol melalui kaki Supachok Sarachat. Skor 4-0 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

images: detiksports.com

Nasib lebih nahas dialami Brunei Darussalam. Bertanding di pertandingan kedua, timnas Brunei Darussalam harus menelan hasil pahit dengan takluk 6 gol tanpa balas dari Vietnam.

Vietnam yang tampil menyerang membuka keunggulan pada menit ke-10. Ha Duc Chinh berhasil mencetak gol pembuka  lewat tandukan keras dari jarak dekat. Empat menit berselang, skor berubah menjadi 2-0 ketika tandukan Huynh Tan Sinh yang menghantam tiang diteruskan oleh Nguyen Thanh Chung untuk memperlebar keunggulan.

Tendangan jarak jauh Dinh Thanh Binh di menit-menit akhir babak pertama membuat kedudukan berubah menjadi 3-0 untuk Vietnam. Ketika babak kedua memasuki menit ke-15, Trieu Viet Hung berhasil  memaksimalkan umpan Nguyen Quang Hai untuk mencetak gol.

Sial bagi Brunei, pelanggaran keras yang dilakukan oleh pemain bertahannya membuat wasit mengeluarkan kartu merah dan memberikan hadiah penalti pada pertengahan babak kedua. Huynh Tan Sinh yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya.

Quang Hai menutup pesta gol Vietnam lewat titik putih di masa injury time. Kemenangan besar Vietnam ini membuat mereka menggusur Thailand di puncak klasemen. Skuat Garuda Muda berada di posisi ketiga sedangkan Brunei Darussalam berada di dasar klasemen.

Berikut klasemen sementara kualifikasi Piala Asia U-23 grup K.

images: www.flashscore.co.id

H

Komentar
Continue Reading

Bola

Ezra Walian Masih Memungkinkan Untuk Tampil Bersama Timnas Indonesia

Published

on

By

Jelang bergulirnya kualifikasi Piala Asia U-23, satu permasalahan besar muncul di timnas Indonesia U-23. Pemain naturalisasi Ezra Walian dinyatakan tidak sah untuk bermain di ajang tersebut oleh FIFA. Keputusan yang muncul hanya beberapa hari jelang berlangsungnya babak kualifikasi ini tentu saja cukup berpengaruh bagi persiapan tim.

Tanpa bermaksud mengecilkan kemampuan pemain lain, kealpaan Ezra jelas akan mengurangi opsi penyerang di skuat Garuda Muda. Sedikit banyak hal ini juga turut mengganggu konsentrasi anak asuh Indra Sjafri.

Keputusan FIFA untuk mem-banned Ezra terbilang cukup aneh. Ezra Walian sudah resmi jadi warga negara Indonesia sejak tahun 2017 dan telah ikut serta bermain di berbagai kejuaraan bersama Timnas Indonesia di era Luis Mila. AFC sendiri sebagai pemegang otoritas sepakbola tertinggi di Asia sebenarnya juga sudah tahu kalau Ezra pemain naturalisasi.

Namun entah kenapa status Ezra Walian baru dipermasalahkan jelang babak kualifikasi Piala Asia U-23. Adalah AFC sendiri yang meminta PSSI untuk berkoordinasi dengan FIFA dan KNVB (PSSI-nya Belanda) terkait dengan status Ezra Walian. Hasilnya kita tahu sendiri, kemarin sang pemain telah resmi dibanned.

Alasan dari FIFA

images: tribunnews

Dari pernyataan KNVB tertanggal 15 Maret 2019, Ezra Walian dipermasalahkan karena telah bermain dua pertandingan untuk Timnas Belanda di level U-17 dalam turnamen resmi pada 19 Oktober 2013 dan 22 Oktober 2013. Alhasil Ezra dilarang tampil untuk negara barunya karena pernah bermain untuk negara lamanya di kompetisi resmi.

Dalam kasus ini FIFA merujuk Pasal 8 dalam Statuta FIFA bagian Regulations Governing the Application of the Statutes. Pada ayat 1b memang disebutkan bahwa “pemain yang berpindah kewarganegaraan tidak diizinkan bermain untuk negara barunya di kompetisi apapun jika dia sudah bermain untuk negara sebelumnya.”

Pemain lain dengan kasus serupa

images: www.uefa.com

Tapi anehnya kasus yang sama tidak hanya menimpa Ezra Walian. Beberapa nama besar pemain dunia juga pernah mengalaminya. Sebut saja Thiago Motta dan Emerson Palmieri. Sebelum membela timnas Italia, Motta pernah bermain untuk Brasil di Piala Amerika U-17 di tahun 1998.

Emerson Palmieri lebih hebat lagi. pemain yang kini sudah membela timnas Italia sebanyak 2 kali tersebut merupakan pemain inti yang membawa Brasil U-17 menjuarai Piala Dunia U-17. Lebih sensasional bukan?

Kasus larangan bermain sendiri pernah dialami oleh pemain Thailand Charyl Chappuis. Rekam jejaknya bersama timnas Swiss di Piala Dunia U-17 sempat membuat statusnya dipertanyakan. Alhasil ia tak ikut bermain di ajang kualifikasi Piala Asia 2015. Meskipun demikian toh pada akhirnya Chappuis telah bermain dengan timnas senior Thailand dan saat ini sudah ikut bertanding sebanyak 20 kali.

Mungkinkah FIFA merubah keputusannya?

images: cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Melihat serangkaian kasus di atas, bukan tidak mungkin FIFA meralat keputusannya. FIFA masih memberikan kesempatan banding kepada Indonesia. Kalaupun tak bisa dilakukan banding, FIFA juga masih memberikan peluang untuk mengangkat kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga. Ratu Tisha selaku Sekjen PSSI menyatakan bahwa PSSI akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan kasus ini.

Jadi, masih ada kemungkinan bagi Ezra Walian untuk mengenakan seragam kebanggaan dengan Garuda di dada. Hanya saja, untuk ajang kualifikasi Piala Asia U-23 ia tetap harus tampil sebagai penonton saja lantaran statusnya yang masih mengambang. Kita doakan saja semoga ada jalan keluar terbaik dalam permasalahan ini, sehingga tak ada pihak-pihak yang dirugikan.

 

Komentar
Continue Reading

Bola

Mereka yang Lolos ke Perempat Final Piala Presiden 2019

Published

on

By

Ajang turnamen pramusim paling hits di dunia Indonesia, Piala Presiden 2019, baru saja usai menggelar fase penyisihan grup. Sebanyak 8 tim terbaik dari 5 grup berhasil lolos ke perempat final. Masing-masing terdiri dari 5 kesebelasan pemuncak klasemen dan 3 kesebelasan peringkat dua terbaik.

Persebaya Surabaya berhasil lolos dengan status juara grup A. Bajul ijo mengoleksi jumlah poin yang sama dengan PS Tira-Persikabo di posisi kedua, namun unggul dalam produktifitas gol. Namun PS Tira-Persikabo tetap lolos ke delapan besar karena termasuk dalam salah satu peringkat dua terbaik.

Juara Liga indonesia tahun 2017, Bhayangkara FC, menjadi satu-satunya wakil dari grup B. Klub berjuluk the guardians tersebut mengantongi poin sempurna dari tiga laga. Sedangkan Bali United gagal lolos karena tak masuk dalam runner-up terbaik.

Grup C juga hanya mengirimkan satu wakil saja ke perempat final. Tim promosi Kalteng Putra membuat kejutan dengan menyingkirkan Persipura Jayapura dan PSIS Semarang.

Dua klub bertabur bintang, Persija Jakarta dan Madura United menjadi wakil grup D ke babak delapan besar. Sama-sama mengantongi tujuh poin, Persija duduk di peringkat pertama karena memiliki selisih gol yang lebih baik daripada laskar sapeh kerab.

Di grup E, dua tim asal Jawa Timur sukses melaju ke perempat final. Kedua tim tersebut adalah Persela Lamongan dan Arema Malang.

Meskipun sekedar ajang pemanasan sebelum bergulirnya Liga 1, tapi gengsi Piala Presiden sangatlah tinggi. Mungkin salah satu penyebabnya adalah besarnya hadiah yang diterima kontestan. Di babak penyisihan saja, klub yang kalah mendapatkan bonus 75 juta rupiah. hasil imbang dihargai 100 juta rupiah dan kemenangan 125 juta rupiah.

Hadiah tersebut akan semakin besar jika terus lolos sampai partai puncak. Jadi cukup wajar bila klub-klub yang bermain di Piala Presiden bertanding habis-habisan seperti di kompetisi resmi.

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.