Connect with us

Bola

Vincent Kompany Resmi Jadi Pemain-Pelatih Anderlecht

Published

on

Usai mengantarkan Manchester City meraih treble winner domestik, Vincent Kompany memutuskan untuk mengakhiri kariernya di Liga Inggris. Pemain berkepala plontos itu akan mudik ke kampung halamannya di Belgia untuk bergabung dengan Anderlecht.

Vincent Kompany menandatangani kontrak selama 3 tahun bersama Anderlecht. Bagi Kompany, Anderlecht bukanlah klub baru baginya. Di klub asal Belgia itulah Kompany mengawali kariernya sebagai seorang pemain sepakbola profesional. Ia mencatatkan 103 penampilan bersama Anderlecht sebelum pindah ke Hamburg SV.

Hebatnya lagi, mantan kapten Manchester City itu tak hanya menjadi pemain di Anderlecht. Klub memberikan tugas tambahan kepada Kompany untuk merangkap sebagai seorang pelatih. Sebuah peran yang juga pernah dialami oleh Ryan Giggs di MU musim 2013/2014 lalu.

“Sangat tak diduga mereka menawarkan peran sebagai pemain-pelatih. Manajemen mengungkapkan detail terkait tanggung jawab dalam pekerjaan saya. Pun, mereka sangat mendukung,” jelas Kompany yang dilansir dari Daily Mirror.

Kompany sendiri pernah merasakan gelar juara Liga Belgia pada musim 2003-2004 dan 2005-2006 bersama Anderlecht. Sedangkan selama berbaju biru langit the citizens, Kompany berhasil mempersembahkan 3 gelar Liga Inggris, 2 Piala FA, 2 Piala Liga, dan 2 Community Shield.

“Tiga tahun ke depan, saya akan mengambil peran sebagai pemain-pelatih untuk Anderlecht. Sebagai pesepakbola, saya lahir di Anderlecht. Sejak usia enam tahun, saya sudah di sana. Klub penuh sejarah dengan 34 titel liga, tak ada bandingannya,” pungkas Kompany.

Yah, Vincent Kompany telah memilih klub yang tepat untuk mengakhiri karier sepakbolanya dengan kembali ke kampung halaman setelah bertahun-tahun merantau ke negeri seberang.

Komentar

Bola

Juventus vs Napoli dan Lazio vs Roma: Grande Partita Pemanas Pekan ke-2 Seri A

Published

on

By

Napoli masih belum akan bermain di kandangnya musim 2019/2020 ini karena harus bertandang ke markas Juventus di pekan kedua Seri A. Di pekan pertama, Lorenzo Insigne dkk melawat ke markas Fiorentina dengan meraih kemenangan tipis 4-3.

Laga bertajuk grande partita ini akan digelar di Allianz Stadium, Turin, pada hari Minggu 01/09/2019 dini hari dalam waktu WIB. Di pekan pertama, Juventus juga meraih kemenangan tipis dengan skor 1-0 atas Parma lewat gol Chiellini.

Pertandingan ini sekaligus menjadi kali pertama Sarri kembali berhadapan dengan bekas klubnya tersebut. Ia pernah menangani Napoli selama 3 musim sebelum pindah ke Chelsea pada tahun 2018. Selama menangani Napoli, Sarri bisa dibilang cukup sukses karena bisa membuat klub asal kota Naples itu menjadi pesaing berat Juventus dalam perebutan gelar juara Seri A.

Keputusannya untuk melatih Juventus pun menimbulkan banyak kekecewaan di pihak Napoli. Meskipun demikian, Sarri tetap melakukannya demi profesionalisme. Dan pekan ini kedua tim akan saling sikut untuk mempermudah jalan menuju gelar Seri A.

Juventus sebenarnya masih sedang dalam proses adaptasi dengan skema baru dari Sarri yang biasa dikenal dengan istilah sarriball. Begitu juga dengan Napoli yang baru ditangani Carlo Ancelotti. Dengan background pelatih yang menangani kedua kesebelasan, wajar kalau laga ini diprediksi akan berlangsung ketat.

Satu kesalahan sedikit saja akan menentukan hasil akhir pertandingan. Klub yang paling diuntungkan dari laga ini adalah Inter Milan. Nerazurri yang sedang dalam proses kembali ke jalur juara akan melawat ke markas Cagliari. Inter saat ini menjadi pemuncak klasemen karena menang besar 4 gol tanpa balas atas Lecce di pekan pertama.

Sementara itu di ibukota Italia juga akan berlangsung grande partita lainnya yaitu Lazio melawan AS Roma. Lazio saat ini duduk di peringkat kedua klasemen karena menang 3-0 atas Sampdoria di pekan pertama. Sedangkan Roma harus puas dengan satu poin usai ditahan imbang 3-3 oleh Genoa di Olimpico.

Lazio dan Roma relatif imbang dalam lima pertemuan terakhir di Serie A. Keduanya sama-sama mencatat dua kemenangan dan satu hasil imbang. Kemenangan di laga derby akan membuat Lazio kian diperhitungkan dalam perebutan empat besar klasemen Liga Italia. Sementara bagi Roma, laga ini akan jadi ujian besar untuk wajah baru Serigala Ibu Kota.

Komentar
Continue Reading

Bola

Sudah Raih Gelar Pemain Terbaik Eropa, Akankah Van Dijk Juga Raih Gelar Ballon d’Or?

Published

on

By

Tahun 2019 benar-benar menjadi tahun penuh kesuksesan bagi Virgil Van Dijk. Di level klub ia sukses mengantarkan Liverpool menjadi juara Liga Champions dan Piala Super Eropa. Sedangkan secara pribadi, ia berhasil dinobatkan menjadi PFA Player of The Year di Inggris dan Pemain Terbaik Eropa. Khusus untuk gelar yang terakhir, Van Dijk mengalahkan dua nama besar yakni Ronaldo dan Messi.

Ia pun menjadi pemain pertama Liverpool yang memenangi gelar tersebut pasca Steven Gerrard di tahun 2005. Van Dijk juga tercatat sebagai pemain asal EPL pertama yang menjadi pemain terbaik Eropa sejak Ronaldo bersama MU pada tahun 2008.

Tak hanya itu saja, pemain jangkung itu juga menjadi bek Belanda pertama yang menjadi pemain terbaik di Eropa. Dengan serangkaian rekor tersebut, tak mengherankan jika banyak pihak yang memprediksi gelar pemain terbaik dunia juga akan jatuh ke tangan Virgil Van Dijk.

Selama 10 tahun terakhir, trofi Ballon d’Or selalu menjadi rebutan antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, kecuali di tahun 2018 ketika Luka Modric yang meraih gelar tersebut. Baik Ronaldo dan Messi sudah meraih 5 trofi Bola Emas sepanjang kariernya. Namun sinar kedua pemain tersebut terbilang menurun di tahun ini.

Ronaldo memang sukses membawa Juventus merajai Seri A dan Portugal menjadi juara UEFA Nations League, tapi gagal di Liga Champions. Sedangkan Messi berhasil mempertahankan dominasi Barcelona di Spanyol, namun gagal bersama timnas Argentina dan di Liga Champions. Sedangkan Van Dijk, penampilannya konsisten sepanjang musim.

Di Liga Inggris, Liverpool bisa dibilang hanya “kalah nasib” saja dengan Man City. Di level timnas ia berhasil membawa Belanda ke final UEFA Nations League. Tapi gelar Liga Champions yang diraih usai comeback dramatis di semifinal melawan Barcelona tentu tak bisa dipandang sebelah mata.

Apabila van Dijk berhasil merengkuh trofi Ballon d’Or tahun ini, ia akan menjadi pemain bertahan pertama meraih penghargaan itu sejak tahun 2006. Fabio Cannavaro adalah pemain bek terakhir yang mampu meraih trofi Bola Emas tersebut.

Komentar
Continue Reading

Bola

Hasil Drawing UEFA Europa League 2019/2020

Published

on

By

Setelah melakukan drawing peserta UCL 2019/2020, pihak UEFA kini baru saja selesai melaksanakan drawing undian grup UEFA Europa League 2019/2020 di Swiss, Jumat 30/08/2020. Seperti musim sebelumnya, UEL musim ini juga akan diikuti oleh 48 klub.

Ke-48 klub itu akan terbagi dalam 12 grup yang masing-masing berisi 4 kesebelasan. Dua peringkat teratas ditambah 8 klub posisi ketiga di fase grup UCL akan lolos ke babak 32 besar untuk berebut trofi Liga Eropa sekaligus 1 tiket ke Liga Champions musim depan.

Meskipun sering dipandang sebelah mata, tapi kompetisi Liga Eropa musim ini bisa dikatakan cukup menarik lantaran ada sejumlah nama besar yang turut serta didalamnya. Manchester United, Arsenal, Roma, Lazio, dan Sevilla adalah beberapa nama klub besar yang musim ini harus berkompetisi di Liga Eropa karena gagal merebut posisi Liga Champions di liganya masing-masing musim lalu.

Berikut pembagian grup Liga Eropa 2019/2020 yang dilansir dari akun twitter @UEFAEuropaLeague.

images: twitter @UEFAEuropaleague

Komentar
Continue Reading

Trending