Connect with us
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

Bola

Ronaldinho Pensiun, Selamat Jalan Legenda yang Membuat Kita Semua Mencintai Sepakbola

Published

on

images : as02.epimg.net

Begitu kamu melihat penampilan Steven Gerrard, maka kamu akan langsung menyukai Liverpool. Begitu pula jika kamu mengenal Francesco Totti, maka kamu akan jatuh cinta kepada AS Roma. Akan tetapi kalau kamu melihat Ronaldinho, kamu yang tidak suka sepakbola sekalipun akan langsung menjadi gila bola. Ronaldo de Assis, begitulah nama aslinya berhasil membuat kita bisa mencintai sepakbola.

Wajahnya mungkin tak seganteng David Beckham. Tendangannya juga kalah keras bila dibandingkan dengan Roberto Carlos. Sedangkan jumlah golnya juga tak sebanyak Ronaldo, rekan senegaranya yang selalu menjadi buah bibir kala itu. Namun aksi pemain yang mengawali karir sepakbolanya di Gremio itu selalu membuat orang respect kepadanya. Apapun yang menimpanya di lapangan, entah itu berhasil mengelabuhi lawan dengan skill individunya ataupun dilanggar keras, ia tetap bisa tersenyum. Dan senyumannya itu terlihat ikhlas tanpa beban sedikitpun.

Ronaldinho mulai bermain sepakbola sejak ia berusia 8 tahun. Ia banyak menghabiskan masa kecilnya dengan bermain futsal dan sepakbola pantai. Mungkin karena itulah skill individu dan olah bolanya menjadi sangat baik. Mengikuti kakaknya yang bermain di Gremio, Ronaldinho pun lantas bergabung dengan tim junior Gremio. Sayangnya karir Roberto harus berakhir cepat karena cedera. Sebaliknya, Ronaldinho terus berkembang bersama Gremio. Hingga pada akhirnya bergabung ke tim senior pada tahun 1998.

Tahun 2001 ia mulai petualangannya di Eropa bersama Paris Saint Germain. PSG saat itu bukanlah seperti PSG yang sekarang. Klub asal kota Paris itu masih berkutat di papan tengah dan Liga Prancis masih didominasi oleh Olimpique Lyon. Disana Ronaldinho dikenal sebagai pemain yang lincah, memiliki tendangan bebas yang akurat, tapi doyan pesta dan keluar malam.

Kampanye pemilihan presiden klub Barcelona pada tahun 2003 mengubah peruntungan Ronaldinho. Saat itu Joan Laporta berjanji akan mendatangkan David Beckham kalau terpilih menjadi presiden dan Beckham hampir merapat ke Camp Nou. Sayangnya, kapten timnas Inggris itu tidak berkenan dijadikan alat kampanye. Ia pun memilih untuk bergabung dengan Real Madrid. Pada akhirnya Barcelona mengalihkan target ke Ronaldinho dan tidak butuh waktu lama pemain bergigi tonggos itu kemudian mengenakan seragam Blaugrana.

images : dailystar.co.uk

Dibawah kepemimpinan Frank Rijkaard, Ronaldinho menjadi tulang punggung Barcelona. Bersama Carles Puyol, Deco, Henry serta Lionel Messi muda Ronaldinho sukses mempersembahkan gelar La Liga tahun 2005 dan 2006 serta Liga Champions 2006. Nasibnya mulai berubah semenjak kedatangan Pep Guardiola. Pelan tapi pasti Guardiola menyingkirkan para mega bintang di skuad Barcelona. Hingga akhirnya Ronaldinho pun harus pindah ke AC Milan demi memberikan ruang gerak lebih luas kepada Lionel Messi.

Bersama AC Milan pemain asal Brasil itu turut berjasa dalam memberikan gelar Seri A tahun 2011. Dari AC Milan Ronaldinho kembali ke kampung halamannya di Brasil dengan bergabung ke Flamengo lalu Atletico Mineiro. Bahkan bersama Atletico Mineiro Ronaldinho berhasil membawa klub tersebut meraih gelar juara Copa Libertadores serta Copa Sundamericana. Dari Atletico Mineiro ia pindah ke Fluminense dan itu menjadi klub profesional terakhirnya sebelum gantung sepatu.

Di level timnas prestasi Ronaldinho terbilang lengkap. Ia berhasil memenangkan Copa America 1999, Piala Dunia 2002 dan Piala Konfederasi 2005. Suatu hal yang belum bisa dilakukan oleh seorang Lionel Messi ataupun Cristiano Ronaldo sampai dengan saat ini. Prestasi individunya pun cukup fenomenal. Ia berhasil meraih penghargaan sebagai pemain terbaik FIFA 2 kali, Balon d’Or 1 kali UEFA Player of the Year 1 kali dan sepatu emas 1 kali.

Sekarang Ronaldinho telah memutuskan untuk gantung sepatu. Dan kamu yang belum sempat melihat aksi-aksi brilian pemain yang murah senyum itu bisa langsung mencari video-videonya di youtube. Selamat jalan legenda…

 

Komentar
Continue Reading

Bola

Hasil Jornada ke-14 LaLiga Spanyol, Barcelona Masih Memimpin Klasemen

Published

on

By

Tertundanya laga el clasicco antara Barcelona melawan Real Madrid tampaknya tak terlalu berpengaruh pada posisi kedua penguasa LaLiga itu di klasemen sementara. Barcelona masih memimpin klasemen dengan 28 poin. Sedangkan Real Madrid berada di posisi kedua dengan poin yang sama tapi kalah dalam produktifitas gol.

Melawat ke markas Leganes, el Barca harus mengakhiri babak pertama dengan kondisi tertinggal 1-0 lewat gol En Nesyri di menit ke-12. Barulah di menit ke-53 Barcelona berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan Luiz Suarez. Sebelas menit jelang waktu normal berakhir, Arturo Vidal mencetak gol untuk memastikan kemenangan Barcelona. Skor 1-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Di Santiago Bernebau, Real Madrid juga melakukan comeback. Menjamu Real Sociedad, el real harus tertinggal lebih dulu lewat gol cepat yang dicetak oleh Willian Jose pada menit ke-2. Karim Benzema menyamakan skor pada menit ke-37. Babak pertama berakhir dengan hasil imbang 1-1.

Tiga menit usai kick off babak kedua, Real Madrid berbalik unggul lewat gol Federico Valverde. Luca Modric menutup kemenangan Madrid melalui golnya dimenit ke-74. Sama-sama baru melakoni 13 laga, Barcelona dan Real Madrid sudah unggul 3 poin atas pesaing terdekatnya, Atletico Madrid yang menghuni posisi 3 dengan 25 poin.

Berbeda dari Serie A dan Liga Inggris, persaingan di LaLiga masih terbilang sengit. Selisih poin penghuni 4 besar tidak terlalu jauh. Masih cukup sulit memprediksi siapa yang akan bersaing di bursa perebutan gelar juara liga. Sementara itu laga el clasico jilid 1 musim ini baru akan digelar pada tanggal 18 Desember 2019 mendatang.

 

Komentar
Continue Reading

Bola

Giornata ke-13 Serie A, Inter Milan Masih Tempel Ketat Juventus

Published

on

By

Ada yang berbeda dari Liga Italia musim ini. Dominasi Juventus, setidaknya hingga pekan ke-13, tidak begitu sehebat musim-musim sebelumnya. Adalah Inter Milan yang membuat Juventus “tersaingi” musim ini.

Kemenangan Juventus di markas Atalanta memang membuat anak asuh Sarri itu tetap berada di puncak klasemen. Akan tetapi di posisi kedua, Inter Milan, tetap setia menguntit dengan selisih satu poin saja.

Melawat ke markas Torino, I Nerazurri berhasil mengamankan 3 poin lewat kemenangan 0-3 atas Torino. Gol-gol kemenangan Inter Milan dicetak oleh Martinez dan De Vrij pada babak pertama dan satu gol lagi oleh Romelu Lukaku pada babak kedua. Beberapa jam sebelumnya, Juventus berhasil melakukan comeback di markas Atalanta.

Tertinggal lebih dulu melalui gol Robin Gosens pada menit ke-56, si Nyonya Tua lantas merespons melalui dua gol Gonzalo Higuain dan satu gol dari Paulo Dybala. Ketidakhadiran Cristiano Ronaldo yang tidak fit nyatanya tak terlalu berpengaruh signifikan pada penampilan Juventus. Sama seperti Liverpool di Liga Inggris, Juventus juga masih belum terkalahkan di ajang liga sampai pekan ke-13 dengan raihan 11 kemenangan dan dua kali imbang.

Sementara itu Inter Milan di posisi kedua sejauh ini telah meraih 11 kali menang, sekali imbang, dan sekali kalah. satu-satunya kekalahan yang diderita Inter adalah menyerah 1-0 dari Juventus. Selisih 7 poin dari peringkat ketiga yang dihuni Lazio setidaknya cukup membuktikan bahwa Liga Italia musim ini hanya akan menjadi ajang rebutan antara Juventus dengan Inter Milan.

Meskipun demikian, persaingan di posisi 6 besar antara Lazio, Roma, Cagliari dan Atalanta tetap menarik untuk diikuti. Belum lagi jika runner up musim lalu, Napoli, sudah kembali ke performa terbaiknya. Kalaupun ada tim “besar” yang menderita, mungkin itu hanyalah AC Milan yang saat ini berada di peringkat ke-13.

 

Komentar
Continue Reading

Bola

Matchday ke-13 Liga Inggris, Liverpool Semakin Kokoh di Puncak Klasemen

Published

on

By

Keperkasaan Liverpool di Liga Inggris musim ini terus berlanjut. Usai menghantam Manchester City di pekan ke-12 dengan skor 3-1, malam tadi Sadio Mane dkk berhasil mempermalukan tuan rumah Crystal Palace dengan skor 1-2.

Kemenangan itu menjadikan the reds tetap kokoh di puncak klasemen dengan 37 poin, hasil dari 12 kali menang dan 1 kali imbang. Sedangkan rival terberatnya, Manchester City, juga meraih hasil yang sama di Etihad Stadium.

Menjamu Chelsea, juara bertahan Liga Inggris itu harus tertinggal terlebih dahulu lewat gol Ngolo Kante sebelum dibalas oleh Kevin de Bruyne. Riyad Mahrez akhirnya memastikan kemenangan the citizen lewat sepakannya yang tak mampu dibendung oleh Kepa Arizbalaga di menit ke-37. Namun kemenangan ini harus dibayar mahal dengan cederanya Sergio Aguero. Belum bisa dipastikan kapan penyerang Argentina ini bisa kembali ke lapangan hijau.

Di kota London, Tottenham Hotspurs sukses mematahkan rekor buruk tampil di kandang lawan musim ini. Di bawah asuhan pelatih anyarnya, Jose Mourinho, the lilywhites berhasil mengalahkan West Ham United 2-3. Gol-gol kemenangan Tottenham Hotspurs dicetak oleh Son Heung Min, Lucas Moura, dan Harry Kane. Sedangkan gol West Ham dicetak oleh Antonio dan Ogbonna.

Sementara itu penghuni peringkat ke-2, Leicester City, juga tak kalah gemilang. Anak asuh Brendan Rodgers tersebut mampu mengamankan 3 poin saat melawat ke markas Brighton & Hove Albion. Dengan dua gol yang dicetak Ayoze Perez dan Vardy itu membuat Leicester City tetap menjaga jarak 8 poin dengan Liverpool di posisi pertama.

Denagn hasil-hasil tersebut, tak ada perubahan berarti di posisi empat besar klasemen Liga Inggris saat ini. Liverpool masih nyaman di puncak dengan 37 poin, disusul Leicester City di posisi kedua dengan 29 poin. Manchester City menggantikan posisi Chelsea di peringkat ke-3 sedangkan Chelsea melorot ke posisi 4 dengan 26 poin.

Komentar
Continue Reading

Trending