Connect with us

Olahraga

Profil Aprilia Manganang, Atlet Voli Putri Indonesia Anggota TNI AD yang Berbadan Kekar

Published

on

Ada satu hal yang menarik dari salah satu anggota tim voli putri Indonesia pada Asian Games 2018 beberapa waktu lalu. Adalah Aprilia Santini Manganang, wanita tomboy yang mencuri perhatian masyarakat karena kemampuannya bermain voli begitu menakjubkan. Tak hanya kemampuan smash nya yang membuat lawan mati langkah, namun juga penampilan Aprilia yang kekar seperti pria.

Bahkan banyak cerita berkesan tentang postur tubuh Aprilia ini, seperti pada ajang SEA Games 2015 dimana tim Indonesia menang telak atas Filipina dengan skor 3-0. Kekalahan tersebut membuat sang pelatih Filipina curiga atas status gender Aprilia Manganang karena seperti memasukkan atlet pria ke dalam tim perempuan.

Melihat postur tubuh Aprilia yang kekar, dada bidang, dan sedikit kumis di wajahnya, memang tampak seperti seorang laki-laki. Namun panitia SEA Games menyangkal tuduhan tersebut karena dari data pemain jelas diterangkan bahwa Aprilia adalah seorang perempuan dan memang cewek kekar ini sudah bermain voli sejak SMP. Berikut profil Aprilia Santini Manganang

BIODATA:

  • Nama: Aprilia Santini Manganang
  • Kelahiran: Tahuna, 27 April 1992
  • Tinggi/Berat: 170 cm/70 kg
  • Prestasi: Juara Kedua Proliga 2014 Bersama (Valeria Papua Barat), Juara 1 Pertamina Proliga 2015 bersama (Jakarta Electric PLN), Juara 1 dan Best Spiker Pertamina Proliga 2016 bersama (Jakarta Electric PLN), Pemain terbaik (MVP) bersama (Jakarta Electric PLN) Proliga 2017.
  • Klub: Alco BNI, Valeria Papua Barat, Jakarta Electric PLN
  • Profesi : Atlet & anggota Kowad (Korps Wanita Angkatan Darat)
  • Hobi: Travelling

Sebenarnya Aprilia Manganang sudah menekuni hobi olahraganya sejak duduk di bangku sekolah, namun tak hanya voli saja melainkan atletik dan juga basket. Namun Aprilia memilih menekuni bola voli karena dipandang bisa memperbaiki ekonomi keluarga.

Dan kini selain sebagai atlet voli andalan Indonesia, Aprilia Manganang juga berprofesi sebagai Kowad lho ! Dengan kata lain wanita ini adalah salah satu anggota TNI AD yang resmi bergabung beberapa tahun lalu sebagai Serda (Sersan Dua). Bagi yang penasaran bagaimana penampilan Aprilia ketika berpenampilan feminin, berikut potret Aprilia Manganang ketika memakai seragam kebanggaan Kowad.

  1. Coba tebak yang mana Serda Aprilia Manganang ?
  2. Nah kalau seperti ini jadi terlihat cantik bukan ?
  3. Kembali terlihat macho ketika menggunakan seragam loreng

Komentar
Continue Reading

Moto GP

Update Klasemen MotoGP 2019 Usai Gelaran GP Australia

Published

on

By

Kehebatan Marc Marquez di ajang MotoGP 2019 nyaris tak ada yang menandingi lagi. Ia baru saja menjuarai MotoGP Australia yang berlangsung di sirkuit Phillip Island, Minggu (27/10/2019) siang tadi waktu setempat. Kemenangan ini merupakan kemenangan ke-11 bagi pebalap asal Spanyol itu.

Maka tak heran kalau posisinya di klasemen semakin kokoh dengan koleksi 376 poin, unggul jauh dari pesaing terdekatnya Andrea Dovizioso yang berada di posisi kedua dengan 240 poin.

Sedangkan peringkat ketiga diduduki oleh pembalap Suzuki Alex Rins yang mengumpulkan 183 poin. Musim ini Alex Rins berhasil menjadi juara sebanyak dua kali dan naik podium hingga tiga kali.

Berikut update klasemen MotoGP 2019 di peringkat 10 besar:

1. Marc Marquez (Honda): 376 poin

2. Andrea Dovizioso (Ducati): 240 poin

3. Alex Rins (Suzuki): 183 poin

4. Maverick Vinales (Yamaha): 176

5. Danilo Petrucci (Ducati): 169 poin

6. Fabio Quartararo (Yamaha): 163 poin

7. Valentino Rossi (Yamaha): 153 poin

8. Jack Miller (Ducati): 141 poin

9. Cal Crutchlow (Honda): 133 poin

10. Franco Morbidelli (Yamaha): 105 poin

Jalannya balapan sendiri sebenarnya tak terlalu mulus bagi Marquez. Ia mengawali balapan dengan start dari posisi ketiga. Bahkan legenda MotoGP, Valentino Rossi justru sempat memimpin di awal balapan. Namun pada akhirnya, Marquez pelan-pelan mampu merebut posisi terdepan.
Maverick Vinales yang memberikan perlawanan sengit harus terjatuh pada lap terakhir. Posisi kedua pun direbut oleh Cal Crutchlow yang sebenarnya cukup tertinggal dari Marquez dan Vinales. Sedangkan Valentino Rossi sendiri harus mengakhiri balapan dengan finish di posisi ke-8.
Komentar
Continue Reading

Bola

Inilah 10 Stadion yang Akan Digunakan Dalam Ajang Piala Dunia U20 Tahun 2021

Published

on

Kabar baik hari ini datang dari FIFA Council Meeting yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, bahwa Indonesia terpilih menjadi tuan rumah kejuaraan sepak bola Piala Dunia U20 tahun 2021 mendatang. Keputusan tersebut setelah FIFA melakukan general meeting di Shanghai, China, pada Kamis (24/10).

Indonesia berhasil menyisihkan Brasil dan Peru yang juga mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Presentasi penentuan tuan rumah untuk menentukan tuan rumah tersebut dihadiri oleh Sekjen PSSI, Ratu Tisha. Presentasi yang dilakukan oleh Tisha menuai pujian dari FIFA hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.⠀

Menyambut ajang besar ini, Indonesia menyiapkan sepuluh stadion sepak bola: Gelora Bung Karno (Jakarta), Pakansari (Bogor), Manahan (Solo), I Wayan Dipta (Bali), Mandala Krida (Yogyakarta), Jakabaring (Palembang), Wibawa Mukti (Cikarang), Patriot (Bekasi), Jalak Harupat (Bandung) dan Gelora Bung Tomo (Surabaya). Berikut selengkapnya

  1. Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta)

    img: kompas.com

  2. Stadion Pakansari (Bogor)

    img: tirto.id

  3. Stadion Manahan (Solo)

    img: joss.co.id

  4. Stadion I Wayan Dipta (Bali)

    img: baliutd.com

  5. Stadion Mandala Krida (Yogyakarta)

    img: genpi.com

  6. Stadion Jakabaring (Palembang)

    img: bolaskor.com

  7. Stadion Wibawa Mukti (Cikarang)

    img: beritasatu.com

  8. Stadion Patriot (Bekasi)

    img: kumparan.com

  9. Stadion Jalak Harupat (Bandung)

    img: pinterest.com

  10. Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya)

    img: news.detik.com

Komentar
Continue Reading

Bola

Sejarah Indonesia di Piala Dunia U-20 Tahun 1979

Published

on

By

Bagaikan ketiban durian runtuh, mungkin itulah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan kondisi Timnas U-20 Indonesia tahun 1978 yang mendapatkan jatah satu tiket untuk berlaga di Piala Dunia U-20. Alasan politis menjadi penyebab utama Bambang Nurdiyansyah cs melaju ke putaran final.

Pada tahun itu, Asia mendapat 3 jatah untuk bermain di putaran final. Satu tiket secara otomatis menjadi milik Jepang yang menjadi tuan rumah. Sedangkan 2 tiket lain diperuntukkan untuk juara dan runner up Piala Asia U-20 yang digelar tahun 1978. Korea Selatan (korsel) tampil sebagai juara dan Irak di peringkat kedua.

Indonesia sendiri sudah tersingkir sejak babak perempat final. Namun dewi fortuna sedang menaungi skuat Garuda Muda saat itu. Irak yang menjadi runner up memutuskan menolak tampil karena Coca-cola menjadi sponsor resmi turnamen Piala Dunia U-20. Saat itu negara-negara Timur Tengah sedang memusuhi Amerika Serikat, negara tempat Coca-cola bernaung.

Jatah lantas diberikan kepada Korea Utara di peringkat 3, namun mereka juga menolak karena alasan yang sama. Sedangkan negara-negara perempat finalis yang lain juga menolak tampil karena alasan serupa. Jadilah Indonesia yang berangkat ke putaran final.

Hasil undian menempatkan Indonesia di Grup B bersama Argentina, Polandia, dan Yugoslavia. Tergabung dalam grup neraka, tim asuhan Sutjipto Suntoro tersebut langsung bersua tim favorit juara, Argentina, yang diperkuat calon legendanya, Diego Armando Maradona.

Menghadapi Argentina di Stadion Omiya, 26 Agustus 1979, Indonesia kalah telak 0-5. Kelima gol tercipta pada paruh pertama. Dua gol diborong Maradona. Sementara hat-trick Ramon Diaz melengkapi pesta Argentina. Di laga kedua, giliran Polandia yang pesta gol ke gawang Indonesia. Skuat Garuda Muda kalah 6 gol tanpa balas.

Laga pamungkas melawan Yugoslavia pun tak jauh berbeda dengan dua laga sebelumnya. Indonesia menyerah 5 gol tanpa balas. Total 16 gol bersarang di gawang Indonesia dan tidak berhasil mencetak satu golpun ke gawang lawannya. Sejak saat itu, Indonesia belum pernah lagi lolos ke putaran final Piala Dunia U-20.

Kesempatan bagus datang ketika Indonesia berhasil memenangkan bidding untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang. Itu berarti secara otomatis skuat Garuda Muda akan lolos ke putaran final. Semoga saja memori buruk 40 tahun yang lalu tidak terulang lagi saat kita menjadi tuan rumah.

Komentar
Continue Reading

Trending