Connect with us

Kesehatan

Mengenal ILA, Teknik Bius Untuk Mengurangi Nyeri Melahirkan

Published

on

Salah satu hal yang terbayang-bayang ketika akan melahirkan tentu adalah bayangan tentang rasa sakitnya. Baik persalinan secara normal maupun operasi caesar sama-sama membutuhkan perjuangan untuk melawan rasa nyeri. Bedanya, jika persalinan normal secara umum dilakukan tanpa teknik anestesi (bius) sedangkan pada persalinan dengan operasi caesar didahului dengan bius regional yakni dari pinggang ke bawah (Anestesi epidural ataupun anestesi spinal).

Berikut selengkapnya tentang Anestesi Epidural dan Spinal

Teknik anestesi epidural merupakan salah satu metode untuk menghilangkan nyeri ketika melahirkan. Namun ternyata persalinan normal pun bisa juga dilakukan tindakan anestesi bius yakni Intrathecal Labor Analgesia (ILA). Teknik ini dilakukan jika pasien sangat sensitif dengan rasa sakit.

Cara pemberiannya hampir sama dengan teknik epidural. Diberikan suntikan di daerah urat saraf, anestesi ini diberikan pada pembukaan di atas 4 cm, jadi di awal proses persalinan ibu masih merasakan kontraksi. Bius ILA akan membebaskan ibu dari rasa sakit sekitar 12 jam, dan persalinan dengan teknik anestesi ini karena paling efektif mengurangi nyeri persalinan. Dibandingkan dengan teknik epidural, ILA bisa dikatakan hampir tidak memiliki efek samping. Namun ibu tetap akan merasakan sedikit nyeri ketika kontraksi atau ketika dokter memeriksa bukaan jalur lahir.

Beautiful female laying in bedroom

Hal ini terjadi karena dosis yang diberikan jauh lebih sedikit daripada anestesi epidural. Meski begitu, teknik ini sama sekali tidak mengganggu kondisi ibu dan bayi selama selama proses persalinan. Ibu tetap dapat mengejan karena ILA sama sekali tidak memengaruhi kemampuan mengejan ibu layaknya teknik epidural.

Efek samping yang kemungkinan dirasakan ibu ialah kontraksi rahim menjadi lambat. Namun layaknya teknik epidural, ada juga ibu yang tidak bisa melakukan ILA karena beberapa kondisi. Di antaranya adalah ukuran bayi yang terlalu besar atau posisi kepala bayi yang masih tinggi.

Sebelum melakukan prosedur ILA, dokter harus memastikan bahwa kondisi bayi normal, bukan bekas operasi dan bayi bisa dilahirkan melalui jalan normal. Jika ada keraguan misalnya kemungkinan bayi besar, posisi kepala masih tinggi, belum masuk ke daerah panggul atau ada kemungkinan panggul ibu kecil untuk dilalui kepala bayi dengan berat tertentu, maka tidak dapat dilakukan persalinan dengan menggunakan anestesi ini.

Komentar
Continue Reading

Hits Banget

Kenali Tanda-Tanda Kanker Darah Seperti yang Dialami Ibu Ani

Published

on

Kabar kurang sedap datang dari keluarga Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya, Ibu Kristiani Herrawati atau yang akrab disapa Ibu Ani Bambang Yudhoyono kini tengah dirawat di National University Hospital, Singapura. Wanita yang menggemari fotografi tersebut divonis dokter mengidap penyakit Kanker Darah (Blood Cancer). 
Kabar ini pun langsung menuai perhatian masyarakat di tanah air, tak terkecuali Presiden Joko Widodo yang langsung mengirimkan dokter kepresidenan ke Singapura.
Lantas, apa itu penyakit kanker darah yang mengidap Ibu Ani ?
Kanker darah atau bisa disebut juga kanker hematologi, adalah kanker yang memengaruhi produksi dan fungsi sel darah. Sebagian besar kanker darah dimulai dari sumsum tulang di mana darah diproduksi. Nah, sel-sel kanker mencegah sel-sel darah normal untuk menjalankan fungsi mereka.
Dan apa saja gejala penyakit tersebut ? Gejala kanker darah berbeda-beda tergantung jenisnya. Berikut beberapa gejala kanker darah yang paling khas berdasarkan jenisnya:

1. Gejala kanker darah leukimia

Gejala leukimia pada dasarnya sulit untuk dikenali kerena tidak memiliki ciri-ciri yang khas. Meski begitu, leukimia memiliki banyak gejala yang dapat membantu mendeteksi penyakit ini ini, seperti:

  • Anemia
  • Darah sukar membeku
  • Sering mengalami perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, atau memar
  • Rentan terkena infeksi
  • Nyeri pada persendiannya atau di bagian tulang belakang
  • Sakit kepala yang intens
  • Nafsu makan menurun
  • Mengalami penurunan berat badan secara drastis
  • Muncul keringat berlebih di malam hari

2. Gejala kanker darah limfoma

Tanda-tanda dan gejala kanker darah limfoma yang umum adalah:

  • Adanya tonjolan di bawah kulit, biasanya di selangkangan, leher, atau ketiak
  • Demam dan menggigil
  • Batuk yang tak kunjung sembuh dan membaik
  • Sesak napas dan nyeri di dada
  • Gatal-gatal di seluruh tubuh
  • Keringat berlebih di malam hari
  • Sakit perut, punggung, atau nyeri tulang
  • Selalu merasa lemah, lesu, dan tidak bersemangat
  • Berat badan turun drastis tanpa alasan yang jelas
  • Nafsu makan menurun
  • Gangguan saraf
  • Muncul darah dalam tinja atau muntah
  • Haid dengan volume darah yang berlebihan

3. Gejala kanker darah myeloma

Karena myeloma memengaruhi sistem imun, penyakit ini bisa menyebabkan banyak gejala di dalam tubuh. Namun, terdapat beberapa gejala kanker darah myeloma yang khas, di antaranya:

  • Anemia
  • Sering mengalami perdarahan dan memar
  • Gangguan tulang dan kalsium sehingga menyebabkan tulang mudah patah
  • Rentan mengalami infeksi
  • Gangguan atau kerusakan ginjal
  • Kaki bengkak

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala kanker darah yang tidak disebutkan di atas. Jika kamu memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala kanker darah tertentu, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan dokter.

Berikut pernyataan resmi SBY

Kanker ini juga memiliki kecenderungan genetik. Jadi, jika keluarga terdekat kamu seperti orangtua, saudara kandung, kakek, ataupun nenek memiliki riwayat penyakit ini, maka kamu pun berisiko memilikinya juga.Selain itu, ada juga faktor-faktor lain yang bisa jadi penyebab kanker darah. Di antaranya paparan bahan kimia berbahaya, paparan radiasi, serta infeksi virus tersebut.
So, cepet sembuh yhaa Bu Ani !
Komentar
Continue Reading

Gadget

Tips Mengurangi Radiasi Smartphone, Penting Nih!

Published

on

Smartphone kini sudah menjadi bagian yang tak bisa lepas dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan menurut penilitian, rata-rata orang mengecek smartphone mereka hingga 150 kali per hari, 15 jam per hari smartphone berada dalam kantung atau saku dan 22 kali per hari smartphone menempel ke kepala kita. Tentu kamu pernah mendengar kan, jika radiasi yang ditimbulkan oleh smartphone berbahaya bagi otak manusia ?

img: phone arena

Nah ternyata gelombang elektromagnetik pada smartphone mengandung radiasi yang kuat, dapat menembus ruang hampa dan jaringan otak. Jika digunakan terus menerus, bisa menyebabkan glikoma dan memicu munculnya sel otak akustik neuroma. Selain itu juga dapat memicu berbagai permasalahan kesehatan yang lain, contohnya vertigo, mudah lelah, memicu kerusakan ginjal, bahkan menurunkan kesuburan pada pria.

Lantas, bagaimana tips agar meminimalisir radiasi smartphone ? berikut tim hitsbanget merangkumnya dilansir dari berbagai sumber.

1. Waktu
Hati-hati jika terlalu lama menggunakan smartphone maka resiko terkena paparan radio frekuensi elektromagnetik akan semakin besar pula. Kamu dapat mengurangi waktu paparan dengan melakukan panggilan suara secara singkat, terutama ketika kamu tidak menggunakan aksesoris, seperti hands-free.

2. Jarak

Cara paling efektif untuk mengurangi paparan radiasi smartphone adalah meningkatkan jarak antara smartphone dan kepala atau tubuh. Kamu dapat melakukan ini dengan langkah berikut:

img: makassar.tribunnews.com


-Menggunakan aksesori seperti ear-piece/microphone hands-free
-Mengaktifkan loudspeaker
-Menulis pesan instan daripada bertelepon
-Menjauhkan smartphone dari tubuh, seperti yang direkomendasikan dalam buku panduan pengguna smartphone
-Bahkan, menempatkan ibu jari di antara telepon dan telinga kamu

3. Daya
Kamu dapat membatasi jumlah daya yang smartphone gunakan dengan cara berikut:

  • Menggunakan smartphone di area sinyal yang baik bila memungkinkan (ditunjukkan dengan banyaknya bar pada indikator penerimaan sinyal)
  • Menghindari menggunakan smartphone di area sinyal buruk seperti lift dan kendaraan bergerak.

Jadi, Sobat Spaneng bijak-bijaklah dalam menggunakan smartphone yaa. Sayangi kesehatanmu uuwuwuw~

Komentar
Continue Reading

Kesehatan

7 Makanan yang Bisa Kamu Makan di Tengah Malam Tapi Tak Bikin Gemuk Badan

Published

on

By

Tubuh yang sedang beristirahat ternyata juga mengeluarkan energi. Itulah sebabnya mengapa ketika kamu terbangun tengah malam, perut sering merasa lapar meskipun sudah makan malam sebelumnya. Apalagi buat kamu yang suka begadang hingga dini hari, jam 1 dini hari bisa jadi makan malam sesi ke-2.

Namun sayangnya kebiasaan makan di malam hari relatif membuat tubuh menjadi cepat gemuk. Bagi sebagian orang yang merasa berat badannya sudah terlalu berlebihan, tentu kelaparan di tengah malam akan menjadi dilema tersendiri.

Mau makan takut tambah gemuk, tapi kalau gak makan bisa kelaparan dan ujung-ujungnya dilanda insomnia. Tapi tenang saja, kami punya solusi untuk itu. Kami memiliki rekomendasi 7 makanan yang bisa kamu makan saat dilanda kelaparan di tengah malam, tapi tak bakal membuat kamu bertambah gemuk.

  1. Tahu

images: merdeka.com

Makanan yang berbahan dasar dari kedelai ini bisa menjadi penyelamatmu. Tahu ini bisa kamu olah dalam berbagai bentuk. Tapi kalau mau terjamin keamanannya biar gak nambah berat badan, ada baiknya cukup kamu goreng atau rebus saja. Tak perlu repot-repot kamu beli tahu isi di tukang gorengan, sebab ujung-ujungnya kamu juga akan beli tempe, pisang goreng, bakwan dll sehingga berat badanmu akan meningkat secara drastis.

2. Roti gandum

images: vemale.com

Makanlah roti gandum secukupnya, jangan berlebihan. Perut akan cepat terasa kenyang dan kamu bisa tidur nyenyak. Jangan khawatir, roti gandum ini bebas dari bahaya penggemukan. Biar lebih enak kamu bisa menambahkan selai kacang diatasnya.

3. Udang

images: selerasa.com

Ingat! Cukup udang saja dan jangan dicampur dengan tepung. Sebab nanti akan lain ceritanya kalau sudah dipadukan dengan tepung. Udang memiliki 80 persen protein yang mudah dicerna. Selain itu, udang juga memiliki banyak vitamin. Sangat pas untuk kamu yang dilanda rasa lapar di malam hari.

4. Susu coklat

images: http://portal.tahupedia.com

Sekali lagi kami ingatkan, untuk minum seperlunya saja! Susu bisa membantumu tidur lebih cepat dan membuat kenyang seketika. Kalsium yang terkandung dalam susu pun akan membakar lemakmu.

5. Yogurt

images: agoramedia.com

Makanan dengan rasa kecut-kecut gimana ini juga bisa tampil sebagai penyelamat di tengah malam. Makanan satu ini juga menjadi salah satu menu yang direkomendasikan oleh berbagai macam tips diet. Perut kenyang, tidur nyenyak, dan berat badan tetap terjaga. Bagus sekali bukan?

6. Sup

images: thewoksoflife.com

Kandungan sayur dan air di dalamnya dapat membuat tubuhmu merasa kenyang. Apalagi jika mengkonsumsinya dalam keadaan hangat. Pokoknya setelah makan sup kamu bisa bobo manis dan kalau beruntung akan mimpi indah.

7. Makan janji-janji

images: http://cdn2.tstatic.net

Kebetulan bulan-bulan ini adalah musimnya kampanye. Ketika kamu merasa lapar di tengah malam, kamu tinggal buka sosial media, terutama twitter, lalu kamu cek akun-akun milik politikus yang akan berlaga di pemilu nanti. Dijamin kamu akan segera kenyang. Iya, kenyang lihat berbagai macam janji-janji palsu manis.

Jadi pilihan nomer berapa yang akan kamu ambil? kalau boleh kasih saran, mending yang nomer 7 deh. Selain praktis karena tak perlu beranjak pergi meninggalkan bantal dan guling, melihat ulah dan janji para politisi akan membuatmu lebih cepat merasa kenyang dan tak mungkin bikin gemuk. Malahan semakin sering kamu melihatnya, berat badanmu bisa-bisa semakin berkurang.

Gak percaya? Cobain aja…

 

 

 

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.