Connect with us

Kisah Nyata

Kisah Horor di Melawi! Satu Kampung Mengungsi Karena Gangguan Makhluk Halus

Published

on

images: metrotvnews.com

Kejadian aneh melanda kampung Otak Pantai, Desa Tebing Karangan, Kecamatan Nanga Pinoh, Melawi. Warga kampung itu mengungsi pada malam hari karena mengaku diteror oleh makhluk halus. Jumlah warga yang mengungsi pun terbilang cukup banyak yaitu 108 orang.

Kejadian itu berawal dari sembilan bulan yang lalu saat ada seorang warga kampung Otak Pantai yang meninggal secara tiba-tiba. Padahal sebelumnya ia sehat-sehat saja dan tak memiliki riwayat penyakit apapun. Tak lama kemudian seorang nenek berusia 72 tahun juga meninggal dunia.

Kematian nenek ini juga cukup janggal karena awalnya ia sedang santai-santai dirumah. Namun secara tiba-tiba ia jatuh pingsan dengan rahang terkunci dan mulut mengeluarkan buih. Kaki dan tangannya juga mendadak kaku dan tak lama sejak itu ia meninggal dunia.

Belum berhenti sampai disitu, satu jam kemudian suami dari nenek tersebut juga mengalami kejadian serupa. Untuk mengatasinya, warga kemudian memindahkan kakek tersebut ke rumah sebelah. Hal ini diyakini warga setempat untuk menangkal agar kejadian serupa tidak menimpa sang kakek.

Pasca pemakaman nenek yang meninggal, beberapa warga juga mengalami kejadian yang sama. Totalnya ada 6 warga yang mengalami kejadian aneh tersebut. Kondisi itu membuat suasana kampung Otak Pantai menjadi mencekam.

Ditambah lagi dengan pengakuan warga yang jatuh pingsan yang mengatakan bahwa mereka melihat penampakan makhluk halus berbadan besar, tinggi, hitam dan bertelinga lebar. Sebuah pengakuan yang semakin membuat warga kampung Otak Pantai ketakutan.

Akibatnya sebanyak 108 warga yang tinggal di kampung Otak Pantai memilih untuk mengungsi ke kampung sekitar yang lebih aman. Aktifitas pada siang hari tetap berlangsung seperti biasa. Namun saat malam hari warga memilih untuk tidak tinggal di sana.

Para tokoh masyarakat dan unsur pemerintah sampai saat ini masih mencari solusi yang tepat atas permasalahan ini. Semoga saja situasi di kampung Otak Pantai segera pulih kembali seperti sedia kala.

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Viral Tweet “Bisnis Mayat”, Menggambarkan Betapa Mahalnya Pelayanan Jenazah. Bikin Merinding !

Published

on

Sebuah akun twitter sebut saja Bowo, baru-baru ini menceritakan kisah horror ayahnya ketika menumpang truk jalur Jakarta-Jatim. Berikut selengkapnya

  1. Ceritanya ayah Bowo ini kerja bolak balik Jakarta-Jatim. Karena menjelang lebaran tiket angkutan umum sudah habis, maka si ayah memutuskan menumpang sebuah truk ! Namun yang terjadi adalah……

    https://twitter.com/*****darmawan

  2. Ketika truk tersebut berhenti di sebuah tempat makan di daerah pantura, ayah Bowo heran dengan sebuah truk yang sama-sama berhenti di tempat tersebut. Pasalnya, ada seorang mencurigakan yang nampak tidur di atas truk menggunakan kacamata. Mengapa tak ikut turun makan ?

    https://twitter.com/*****darmawan

  3. Karena penasaran, maka bertanyalah dia kepada teman satu truk si orang tidur tersebut mengapa tidak ikut turun makan. Namun jawabannya sungguh mengejutkan ! Karena seorang yang tertidur menggunakan kacamata itu adalah seorang…. MAYAT !

    https://twitter.com/*****darmawan

  4. Setelah ngobrol dengan supir yang mengangkut mayat tadi, akhirnya mereka (supir) bercerita bahwasanya 2 supir tersebut memang dibayar untuk membawa mayat pulang ke kampung halamannya di Surabaya. Mengapa tak diangkut memakai ambulans ? Keluarganya pada kemana ?

    https://twitter.com/*****darmawan

  5. Jawabannya adalah karena biaya ambulans mahal ! Bahkan bisa sampai belasan juta kalau jarak yang ditempuh dari Jakarta ke Surabaya. Para supir truk mau membawa mayat asal kondisinya masih bagus dan utuh. Lantas mengapa tak dimasukkan peti mati melainkan didudukkan di bangku depan ? Dan mereka menjawab agar tak ketahuan polisi. Karena bisa panjang urusannya kalau sampai ketahuan polisi. Hmm…

    https://twitter.com/*****darmawan

  6. Lantas berapa tarif untuk praktek “bisnis mayat” seperti itu ? para sopir menjawab mereka dibayar 5 juta untuk sekali angkut. Menurut info ayah Bowo, hal itu sudah biasa dilakukan karena banyak keluarga yang kurang mampu untuk menyewa ambulans.

    https://twitter.com/*****darmawan

  7. Pertanyaan terakhir dari ayah Bowo kepada supir truk pengangkut mayat tersebut adalah, itu mayat siapa ? dan jawabannya tak kalah mengejutkan karena para supir juga tak tahu itu mayat siapa ! Yang mereka tahu supir harus minta uang ke siapa dan mayat diantarkan kemana.

    https://twitter.com/*****darmawan

  8. Jadi, hati-hati ya kamu kalau di jalan ketemu truk besar, coba lihat penumpang ditengah apakah dia sedang tertidur menggunakan kacamata hitam ? Hiiiyyyy….

    https://twitter.com/*****darmawan

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Idul Fitri itu Waktunya Silaturahmi, Bukan Pamer Sana-sini

Published

on

By

images: kompas.com

Pada hakikatnya Idul Fitri itu adalah hari dimana kita terlahir kembali sebagai pribadi yang bersih dan suci seperti seorang bayi yang baru dilahirkan. Karena itu sudah menjadi budaya bagi kita untuk saling memaafkan. Bisa dibilang semua kembali dari nol.

Di negara yang kita cintai dan banggakan ini, moment Idul Fitri menjadi tradisi tahunan yang sangat berharga untuk dilewatkan begitu saja. Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut hari besar itu. Mulai dari beli baju baru, belanja bahan-bahan pokok untuk masak, sampai dengan menyusun rencana mudik ke kampung halaman. Ya, mudik adalah salah satu bagian dari tradisi Idul Fitri.

Saat mudik itulah kita akan kembali ke kampung halaman tempat dimana kita dilahirkan dan dibesarkan. Kembali ke kampung halaman setelah satu tahun bertarung di tanah perantauan tentu harus membawa kebanggaan. Tidak jarang hasil kerja keras di perantauan selama satu tahun harus bisa ditunjukkan saat kembali ke kampung halaman.

images: http://pojoksatu.id

Biasanya, tingkat kesuksesan seseorang di perantauan akan diukur saat dia mudik. Kalau kamu merantau di kota lalu mudik masih biasa saja seperti waktu kamu berangkat, maka teman-temanmu di kampung akan menganggapmu belum sukses. Tapi kalau kamu pulang dengan tampilan luar biasa, maka orang akan bilang, “wah udah sukses kamu ya di kota sana”. Kamu pun lantas akan tersenyum tipis dengan sedikit kesombongan.

Tampilan luar biasa itu bisa dilihat dari pakaian, gadget yang dipakai, serta transportasi apa yang digunakan saat mudik. Kalau kamu  pas moment acara keluarga ataupun syawalan kampung saat lebaran nanti datang dengan gamis terbaru dan mahal, lalu tangan memegang i phone x kemudian dengan gagahnya memarkir mobil CR-V keluaran terbaru, maka bisa dipastikan derajat sosialmu akan naik berkali lipat. Fix..kamu dianggap orang sukses.

Lain lagi ceritanya kalau kamu pulang dengan berdesakan di bus umum ataupun berjuang mencari tiket kereta api. Setelah itu di acara keluarga ataupun syawalan kampung kamu masih memakai pakaian yang sama dengan yang kamu kenakan lebaran tahun sebelumnya. Pasti kawan-kawanmu hanya akan menganggapmu tak lebih dari seorang pemudik biasa.

Hal-hal seperti itu yang membuat orang berlomba-lomba bagaimanapun caranya untuk tampil sebaik mungkin saat Idul Fitri nanti. Bukan untuk melengkapi istilah “kembali fitri”, tapi sedikit banyak untuk memamerkan diri. Yang lebih kacau lagi adalah adanya anggapan bahwa Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk hura-hura di kampung halaman. Iya sih sah-sah saja, toh itu uang kamu yang cari dengan keringatmu sendiri.

images: http://tabloid-desa.com

Tapi kamu juga mesti ingat, tak semua orang bisa semewah kamu dalam merayakan Idul Fitri. Ada yang buat sekedar beli baju baru saja tidak bisa. Ada lagi yang tak bisa mudik karena tak punya biaya. Bahkan sampai ada juga yang buat bikin opor ayam sama ketupat saja tak mampu.

Kamu harus bisa menyesuaikan diri dengan acara yang akan kamu datangi saat Idul Fitri nanti. Misalnya saja di acara keluarga. Seandainya saja sebagian keluargamu tergolong orang yang kurang mampu, ada baiknya buat kamu untuk tidak terlalu menonjolkan harta yang kamu miliki. Begitu juga di acara halal bil halal kampung. Kamu tidak perlu menonjolkan harta yang kamu miliki. Toh kamu bisa hadir saja kebahagiaan mereka sudah terasa lengkap.

Moment Idul Fitri lebih baik kamu gunakan untuk silaturahmi, daripada sekedar pamer sana-sini. Gunakan waktu tersebut untuk saling bercerita, melepas rindu dan berbagi pengalaman dengan teman ataupun sanak famili yang jarang kamu temui.

images: kompasiana.com

Kalau kamu benar-benar memiliki harta lebih, membagikan angpau terlihat lebih berfaedah daripada sekedar menunjukkan gadget keren atau tas branded. Percayalah, angpau adalah penyempurna ajang silaturahmi antara mereka yang telah sukses dan yang masih diambang kesuksesan.

Komentar
Continue Reading

Inspirasi

Sekelumit Cerita Dari Mereka yang Tidak Bisa Libur di Hari Lebaran

Published

on

By

Libur lebaran yang lebih panjang dari biasanya sudah di depan mata. Bagi pegawai negeri dan kantoran, total libur yang diberikan bisa mencapai 10 hari. Sedangkan bagi mereka yang sedang kuliah atau sekolah bisa lebih lama lagi. Mudik dan liburan pun menjadi agenda yang tak terpisahkan.

Namun tak semua orang bisa menikmati libur lebaran. Umumnya hal itu terjadi karena tuntutan pekerjaan. Bukan karena kantornya gak ngasih jatah libur sih, tapi masalahnya kalau mereka libur maka nasib jutaan orang yang sedang ingin pulang ke kampung halaman bisa kelimpungan.

Tim mudik hitsbanget.com sebelum melaksanakan cuti lebaran menyempatkan diri untuk mewawancarai mereka. Terlihat sedih sih, tapi mau gimana lagi. Penyemangat mereka cuma satu, “anda berlebaran dengan tenang, kami pun sudah senang”.

  1. Polisi

images: terbitsport.com

Profesi yang paling sibuk saat idul fitri tiba. Total pasukan berbaju coklat ini akan siaga selama 16 hari atau setengah bulan. Dimulai dari H-7, 2 hari idul fitri, sampai dengan H+7. Saat kamu dan keluargamu bisa bersenda gurau menikmati momen kebersamaan, mereka justru akrab dengan jalanan.

“Pas pertama ngerasain gak kumpul keluarga itu rasanya sedih juga mas, tapi lama-lama biasa juga kok. Cuma yang agak emosi itu pas jaga waktu arus mudik. Itu kan masih suasana puasa, kondisinya macet, udah gitu pengendara pada susah diatur pengennya cepet nyampe rumah. Ngalamin itu pas siang hari, rasanya pengen berbuka lebih awal mas. Kalau arus balik sih biasa aja mas. Godaannya gak seberat pas arus mudik.” Bripda Bargo-22 tahun.

2. Reporter TV

images: ytimg.com

Mungkin kamu yang sekarang sedang kuliah di jurusan multimedia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang reporter tv. Pastinya jadi reporter tv itu profesi yang keren sekali. Namun satu hal yang cukup mengganjal, yaitu kalau pas kebagian jatah meliput arus mudik dan arus balik. Selalu stanby di jalan-jalan utama jelas bukan hal yang menggembirakan di saat sanak saudara yang lainnya sedang berkumpul di ruang keluarga sambil menikmati opor ayam dan ketupat.

“Haduh mas, ngeliput suasana arus mudik itu capeknya bukan main mas. Kita dikejar deadline terus. Belum lagi kalau liputannya itu di pinggir jalan besar kaya di pantura. Keselamatan jadi taruhan mas. Pernah saya hampir diserempet bus gara-gara agak ketengah dikit. Dikit lho mas! gak banyak-banyak. Mungkin waktu itu si sopir bus lagi kejar setoran buat beliin baju anak sama istrinya, jadi nyetirnya agak sembrono gitu.”Nufi-23 tahun.

3. Pegawai PT KAI

images: sukita.info

Salah satu moda transportasi paling diminati untuk mudik adalah kereta api. Harga terjangkau, nyaman, dan tepat waktu sampai tujuan. Maka jangan heran kalau pas musim lebaran stasiun dan kereta api selalu penuh sesak dengan penumpang. Tanpa kamu sadari, orang-orang yang bekerja di perkeretaapian yang sangat berjasa mengantarmu ke kampung halaman juga memiliki perasaan yang sama seperti kamu. Bukan, bukan jatuh cinta sama kamu. Bukan itu. Tapi mereka terkadang juga pengen mudik pas lebaran.

“Rasanya pengen resign mas dari pekerjaan ini. Beban mentalnya itu berat mas. Bayangin aja, selama berhari-hari saya nganterin orang mudik. Bolak-balik rute Bandung-Yogyakarta-Solo. Sedangkan saya sendiri hanya lewat saja di kampung halaman saya di Kebumen. Opo ora ngenes mas kalau kaya gitu? Yah…cuma mau gimana lagi, jalanin aja. Toh semua itu ada waktunya. Duh kok saya jadi sok bijak gini ya.” Rahmat-32 tahun.

4. Sopir Bis

images: kompas.com

Selain kereta api, bus juga banyak peminatnya. Saking banyaknya, tidak jarang armada bus sampai menyewa bus pariwisata sebagai tambahan angkutan lebaran. Semakin banyak penumpang yang diangkut, semakin besar pula pendapatan kenek dan sopirnya. Belum lagi adanya pemberlakuan kenaikan tarif dari pemerintah. Lebaran benar-benar jadi ajang kejar setoran paling kenceng dalam satu tahun.

“Saya sudah hampir 20 tahun mas tidak pernah lebaran di rumah. Hampir semuanya lebaran di jalan. Pernah di tahun 2000an saya putuskan buat berhenti di daerah Pemalang buat shalat id di lapangan pinggir jalur Pantura. Soalnya waktu itu macet parah jadi datangnya terlambat. Biasanya saya datang di tujuan itu pagi jam 6. Tapi pas situasi mudik kaya sekarang bisa molor sampai jam 10an. Nanti jam 2 siang saya harus berangkat lagi. Kesel? yo jelas lah mas. Tapi ya itu, uangnya gede. Lumayan lah buat beliin baju baru buat anak sama istri.” Joyo-45 tahun.

5. Petugas Kesehatan

images: sindonews.net

Sebenarnya jatah libur untuk petugas kesehatan biasanya terbagi menjadi dua, yaitu libur sebelum lebaran dan sesudah lebaran. Cuma terkadang ada beberapa tempat yang mewajibkan dokter atau perawat baru untuk stby saat hari H lebaran. Maklum masih junior, ngalah donk sama yang senior. Kalau yang tinggalnya di sekitar tempat kerja mungkin biasa saja. Cuma bagi mereka yang kampung halamanya berjarak sehari semalam ya otomatis gak bisa lebaran bareng keluarga.

“Saya kerja di Sukabumi mas, kampung halaman saya di Situbondo. Lebaran 2 tahun ini saya kebagian jaga di hari ke-2 lebaran. Mau pulang lak yo tanggung to mas, cuma capek di jalan aja. Akhirnya ya sudah saya nikmati saja takbiran di perantauan. Anggap saja ini laku prihatin untuk karir yang lebih terang benderang. Hehehe…” Suryo-25 tahun.

6. Maskapai Penerbangan

images: tespenerbangan.web.id

Sama halnya dengan bus dan kereta api, mereka yang bekerja di maskapai penerbangan juga kejar tayang saat lebaran. Pokoknya saat musim liburan apalagi yang bebarengan dengan hari raya idul fitri, jadwal padat pasti menanti. Waktu buat keluarga pun terbilang sangat minim di saat orang lain menghabiskan waktu untuk melepas rindu dengan keluarganya selama berhari-hari.

“Wah musim lebaran gini bisa terbang beberapa kali mas,. Capek sih. Tapi….uangnya lumayan. Hehehe…lumayan banget lah buat nabung, ngirim orang tua, sama ngasih angpao ke adik-adik di kampung. Prinsipnya sih hasil tidak akan mengkhianati kerja keras mas. Waktu boleh hilang, tapi uang harus datang. Hahahahaa.” Yuni-22 tahun.

7. Pramuniaga

images: tribunnews

Memang sih gak semua toko tetap buka saat lebaran. Tapi toko-toko besar seperti yang ada di pusat perbelanjaan tetap buka. Biasanya mereka juga menggunakan sistem shift. Ada liburnya, cuma gak seberapa lama. Terkadang para pramuniaga ini sudah harus kembali bekerja saat di kampungnya masih berlangsung acara halal-bihalal.

“Pas hari pertama lebaran habis sholat id saya langsung ganti pakaian mas, siap-siap buat masuk kerja. Padahal di rumah keluarga lagi pada kumpul semua mau sungkeman. Akhirnya saya pun mendahului saja. Hilang sudah momen mengharu biru yang datangnya cuma setahun sekali itu.” Rara-20 tahun.

Beberapa contoh diatas hanyalah sekelumit cerita saja dari beberapa orang yang tidak bisa menikmati liburan saat lebaran tiba. Masih banyak profesi lain yang juga tetap stanby on call saat lebaran. Kepada orang-orang seperti merekalah kita sepatutnya mengucapkan banyak terimakasih.

Komentar
Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 HitsBanget.com. Powered by WordPress.