Connect with us

Karir

Beberapa Peluang Kerja Untukmu yang Kuliah di Jurusan Filsafat

Published

on

Ketika mendengar Jurusan Filsafat mungkin yang terlintas di benak kamu adalah jurusan apa itu? Apa yang dipelajari? Bagaimana peluang kerjanya nanti? Dilansir dari wikipedia, filsafat merupakan studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar.

Jurusan filsafat memang tidak sepopuler dengan jurusan lain seperti hukum, ekonomi, manajemen, keperawatan, dan lain-lain. Namun, ternyata sebagian besar serjana Filsafat mampu bekerja dalam berbagai bidang pekerjaan dan gajinya pun juga cukup besar. Nah buat sobat spaneng yang masih bingung mau kerja apa nantinya, berikut beberapa prospek kerja dari jurusan filsafat

1. Kependidikan (Guru/ Dosen)

Apapun jurusannya, pasti sangat mungkin untuk menjadi Guru/ Dosen di jurusan tersebut. Tak terkecuali filsafat. Adapun gaji seorang guru maupun dosen berkisar 3 hingga 4 jutaan, dan itu juga belum termasuk tunjangan ya.

2. Penulis Buku

Biasanya seorang mahasiswa filsafat akan terlatih untuk memainkan kata-kata dan berpikir kritis. Kalau sudah punya keahlian ini, jangan sia-siakan begitu saja karena ada baiknya kamu mencoba untuk menulis buku. Jika tulisanmu menjadi best seller, tidak menutup kemungkinan kamu akan menjadi jutawan !

3. Publikasi/ Media (Wartawan/ Reporter)

Jangan sia-siakan kemampuan berpikir kritis kamu untuk tak mencoba hal-hal baru, seperti contohnya menjadi reporter/ wartawan. Profesi ini cocok karena seorang yang memiliki ilmu filsafat dapat dengan mudah melihat kritis suatu berita atau permasalahan yang terjadi di sekitar.

4. Politikus/ Pejabat Pemerintahan

Prospek kerja lain yang bisa kamu coba adalah sebagai politikus/ pejabat pemerintahan. Dalam menyelesaikan permasalahan dan mengambil keputusan, kamu yang memiliki ilmu filsafat dapat menganalisis permasalahan dengan baik. Dan kalau bicara soal gaji pejabat, sudah menjadi rahasia umum jika seorang pejabat gajinya tidaklah sedikit !

5. Auditor Keuangan

Di bidang keuangan, kamu bisa juga menjadi seorang auditor keuangan. Gaji profesi ini juga tak kalah menggiurkan lho,berkisar antara 3 hingga 10 juta.

Itulah beberapa prospek kerja Filsafat. Cukup beragam dan menarik bukan ?

Komentar
Continue Reading

Karir

Mengenal Profesi Public Relations (PR), Cocok Buat Kamu yang Mudah Bergaul

Published

on

Public relations (PR) menjadi salah satu profesi yang banyak diincar oleh para job seeker atau pencari kerja. Karena menjanjikan penghasilan tinggi, maka seorang PR harus menciptakan ide dan solusi serta membangun komunikasi dengan klien maupun media. Profesi ini merupakan pekerjaan yang penting bagi suatu perusahaan.

Mungkin kamu pernah melihat iklan produk sabun di televisi untuk mengampanyekan mencuci tangan secara bersih. Atau mungkin kamu tidak asing mendengar tagline “Sumber air sudekat” di salah satu iklan perusahaan air minum. Itu adalah hasil kerja bagian (PR) perusahaan-perusahaan tersebut.

img: south africa today

Apa tugas dari PR ?

Tugas Public Relation atau Hubungan Masyarakat (Humas) intinya adalah mebangun komunikasi dan mengelola sebuah reputasi dari kliennya, atau instansi tempatnya bekerja. Maka tak jarang seorang PR akan tampil berbicara didepan umum mewakili perusahaannya.

PR menggunakan segala bentuk media dan komunikasi untuk membangun, mengelola, dan menjaga reputasi klien mereka. PR dapat bekerja sebagai bagian internal perusahaan, bekerja bagi pemerintah, maupun bekerja di PR Agency. Seorang PR internal perusahaan salah satu perannya adalah melakukan riset terhadap pasar dan menjelaskan risetnya kepada manajemen sehingga manajemen paham apa yang menjadi perhatian, harapan, dan keinginan konsumen perusahaan tersebut.

Kompetensi apa yang dibutuhkan oleh seorang PR ?

Tentunya menguasai komunikasi baik komunikasi internal maupun komunikasi eksternal, serta memiliki kemampuan analisis yang baik terhadap suatu hal. Misalnya perusahaan terkena isu negatif, maka tugas PR adalah melakukan crisis management untuk menanggulangi isu tersebut

Bagaimana prospek karir seorang PR di Indonesia ?

PR adalah sebuah industri yang sedang berkembang. Menurut data dari pemerintah AS, permintaan terhadap jenis pekerjaan ini meningkat sekitar 12% di beberapa negara berkembang seperti Indonesia pada tahun 2012-2022

Jadi buat kamu yang mempunyai sifat supel, berpenampilan menarik, dan mudah bergaul, profesi yang satu ini sepertinya cocok !

 

Komentar
Continue Reading

Karir

Sering Mengalami 5 Hal Berikut Ini, Segeralah Ambil Cuti!

Published

on

By

Bekerja keras sepanjang hari tentu akan sangat menjenuhkan. Belum lagi ketika sedang dikejar deadline, waktu akhir pekan pun bisa hilang karena harus buru-buru kejar target. Tapi kantor tempatmu bekerja sudah menyiapkan solusi untuk semua kejenuhanmu itu. Ya, setiap kantor pasti memberikan jatah cuti kepada setiap karyawannya.

Peraturan cuti setiap perusahaan tentunya berbeda-beda. Ada yang memberlakukan sistem 12 hari kerja selama satu tahun. Ada yang memberikan 6 hari kerja dalam satu semester. Ada yang memotong uang makan saat si karyawan cuti. Bahkan ada pula yang mengganti dengan uang lemburan ketika si karyawan memutuskan untuk tidak mengambil jatah cutinya pada tahun tersebut.

Apapun alasannya, cuti adalah hak setiap pekerja yang sewajarnya harus diambil. Sekeras apapun kamu bekerja, se loyal apapun kamu dengan kantormu, se total apapun dedikasimu terhadap pekerjaan, kamu harus tetap mengambil cuti. Ketebalan kantong dan perkembangan karir memang penting, tapi kewarasan jiwamu akan jauh lebih penting.

Apalagi ketika kamu sudah merasakan 5 hal berikut ini, itu tandanya kamu harus sesegera mungkin mengajukan cuti kepada atasanmu.

  1. Sering mengeluh 

images: qerja.com

Walaupun kamu bekerja sesuai dengan passionmu, tetap saja itu tak akan menghindarkanmu dari kejenuhan. Jenuh itu adalah sifat yang manusiawi. Dan ketika jenuh melanda, maka mengeluh adalah akibat pertamanya.

“Duh kok kerjaannya banyak gini yaa.”

“Haduh, ini belum beres, udah dateng lagi kerjaan dari si bos.”

“Jan*cok, emangnya saya mesin, suruh lembur tiap hari.”

Nah, ketika kamu hampir setiap hari seperti itu, alangkah baiknya segara menghadap si bos untuk mengajukan cuti. Sebab kalau dipaksakan, bukannya beres tapi pekerjaanmu malah akan menjadi kacau.

2. Sering insomnia

images: okeinfo.net

Beban kerja berlebih di kantor akan berefek ke pola tidurmu. Alih-alih bisa tidur cepat, kamu justru bisa dilanda insomnia lantaran terlalu stress memikirkan beban kerja yang tak ada habisnya.

3. Mulai kehilangan semangat kerja

images: staticflickr.com

Disaat libur akhir pekan tak memulihkan semangat kerjamu, itu adalah tanda-tanda alam yang akan mengarahkanmu untuk segera membuat pengajuan cuti. Perusahaan memberikan libur di akhir pekan agar karyawannya bisa refreshing. Tapi kalau waktu refreshingmu itu ternyata belum mampu membuatmu fresh, maka kamu butuh tambahan hari untuk berlibur.

4. Sering meributkan hal-hal kecil

images: popular-world.com

Tak selamanya perusahaan memberikan pekerjaan berat sama kamu. Ada kalanya hal-hal ringan seperti fotokopi, membuatkan kopi, ataupun membersihkan ruangan akan kamu terima meskipun itu bukanlah job desc kamu. Saat kejenuhan sudah melanda, hal sesepele itu bisa kamu ributkan. Jika sudah begitu, maka sebaiknya kamu segera CUTI! Daripada kamu harus ribut tiap hari karena permasalahan sepele.

5. Mulai hobi memantau akun-akun liburan

images: travelingyuk.com

Ada ribuan akun instagram yang berisikan foto-foto orang liburan. Kalau saat waktu senggang kamu sering menjelajahi akun-akun itu, berarti tanpa sadar kamu menginginkan hal serupa dengan yang diposting akun tersebut. Ya, kamu ingin segera liburan! Alam bawah sadarmu sedang iri dengan mereka yang sedang berada di tempat-tempat indah dan melengkapinya dengan caption yang membuatmu teringat akan makna hidup.

 

 

Komentar
Continue Reading

Karir

Tips Membuat CV dan Resume yang Menarik

Published

on

Dalam melamar pekerjaan, satu hal yang tak kalah penting dari surat lamaran pekerjaan adalah Daftar Riwayat Hidup atau yang biasa disebut juga dengan Curriculum Vitae (CV). CV yang menarik tentunya akan membuatmu jadi kandidat kuat untuk posisi yang sedang kamu incar. Perlu kamu ketahui bahwa sebuah CV itu memuat berbagai informasi tentang dirimu, antara lain

  • Identitas Diri – nama lengkap, alamat, nomor telepon dan alamat email.
  • Pendidikan – pendidikan terakhir, muelai dari SD hingga perguruan tinggi
  • Personalitas – gambaran singkat karakter diri Anda.
  • Keterampilan – keterampilan yang kamu miliki.
  • Proyek dan Pengalaman Kerja – hal yang sudah kamu selesaikan pada pekerjaan sebelumnya atau penghargaan yang pernah kamu dapatkan.
  • Training/Pelatihan Terbaru – pelatihan yang telah diikuti 2-3 tahun terakhir.
  • Informasi lain tentang diri kamu – hobi, referensi atau hal lain yang berhubungan dengan pekerjaan yang kamu  lamar.

Dan berikut beberapa tips untuk membuat CV yang menarik

  1. Deksripsikan identitas dirimu dengan singkat, padat, dan jelas.

    https://sarungpreneur.com

    Ketika menulis indentitas pribadi di CV, Kamu hanya perlu menyebutkan dan menjelaskan informasi penting saja, tak perlu hingga panjang lebar. Coba ceritakan siapa diri kamu dalam satu paragraf yang merangkum dan menjelaskan siapa kamu, sehingga HRD dengan mudah mengindentifikasikan minat dan potensi kamu dalam bekerja. Karena biasanya dalam proses reqruitment, HRD malas membaca lama-lama karena tentunya CV yang masuk ke perusahaan sangat banyak.

  2. Desain CV yang simpel dan menarik.

    https://2.bp.blogspot.com

    https://3.bp.blogspot.com

    Seperti layaknya bertemu orang pertama kali, tentunya kit amelihat penampilan dulu kan ? begitupun dengan CV, HRD tentu akan melihat desain penampilan terlebih dahulu.

  3. Hobby dan minat yang sesuai dengan posisi yang dilamar. Tuliskan hobby dan minat yang sejalan dengan posisi yang kamu lamar. Jadi, hobi dan minat yang tidak sejalan dengan pekerjaan yang dilamar nggak perlu kamu infokan. Fokus !
  4. Jangan lupa tambahkan soft skill. Selain hard skill, beberapa soft skill juga perlu kamu tambahkan seperti public speaking, event planning, kemampuan memimpin, negosiasi, dan komunikasi.

 

Komentar
Continue Reading

Trending