Hits Banget, Internet, Teknologi

6 Hal yang Akan Terjadi Jika Facebook Ditutup Pemerintah Indonesia

Kebocoran data pengguna facebook yang dilakukan oleh Cambridge Analitica beberapa waktu yang lalu turut berimbas ke Indonesia. Facebook mengklaim bahwa hal tersebut dilakukan oleh pihak ketiga dan bukan kesalahan dari pihak facebook. Karena semakin meresahkan, DPR RI melalui komisi 1 akhirnya memanggil perwakilan dari Facebook Indonesia untuk melakukan rapat dengar pendapat di gedung DPR/MPR Senayan.

Sebagai salah satu pengguna facebook terbesar di dunia, Indonesia tentu sangat khawatir dengan kebocoran data. Dikabarkan bahwa setidaknya data 1,1 juta pengguna facebook di Indonesia telah bocor. Ini merupakan yang ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Filipina. Facebook pun terancam ditutup pemerintah kalau tidak segera melakukan perbaikan sistem.

Seandainya saja facebook nanti benar-benar ditutup, tentu ada keuntungan dan kerugian yang akan didapatkan oleh para penggunanya. Berikut ini akan kami berikan beberapa hal yang akan terjadi seandainya facebook ditutup.

  1. Tidak akan lagi ditemui nama-nama alay 
images: brilio.net

AkuYangCelaluDicakiti, AnnisaPoenyaMirza, LeoPapanyaNugie, CiiemotzzCuantikkzz adalah beberapa diantara sekian banyak nama-nama alay yang berseliweran di facebook. Dari sekian banyak media sosial, entah kenapa nama-nama alay ini paling banyak muncul di facebook. Kalau facebook ditutup itu berarti kita akan kehilangan satu hiburan, yakni nama-nama alay tersebut hilang dari peredaran.

2. Seperti nama alay, perusahaan aneh pun akan hilang

images : memecomicid

PT Mencari Cinta Sejati, PT Menunggu Jawaban dan Kepastian hanyalah dua contoh dari perusahaan-perusahaan aneh yang mengisi kolom pekerjaan di profil pengguna facebook. Entah siapa CEO nya dan berapa harga sahamnya, yang jelas cukup banyak pengguna facebook yang bekerja di perusahaan tersebut. Jabatannya pun tidak main-main. Ada yang jadi sekretaris, bendahara, manajer bahkan direktur.

3. Kenangan alay yang akan menguap begitu saja

images: hipwee.com

Kalau kamu sudah menjadi pegguna facebook sejak 7 atau 8 tahun yang lalu, hampir dipastikan kamu pernah mengunggah status alay ataupun foto dengan caption alay. “Tuhan…kenapa dia menolak cintaku, apa salahku???” atau “Sayang, baik-baik ya disana. Aku selalu setia buat kamu, love youuuuu.” Coba saja kamu buka facebook kamu, lalu jelajahi moment-moment masa lalu saat masih musim galau-galauan. Pasti status dan foto alay akan muncul. Kalau facebook ditutup, maka kenanganmu pun akan menguap begitu saja. Hanya cerita saja yang tersisa.

4. Tidak ada lagi “mompetition”

images: rockingmama.id

Di masa kini tidak seru rasanya kalau para mahmud abas (mamah muda anak baru satu) tidak melakukan mompetition. Ya, persaingan antar para mamah muda tentang perkembangan anaknya ini sangat seru untuk diikuti. Salah satu media yang digunakan adalah facebook. “Asyik, anakku baru 4 bulan sudah bisa koprol”, “Seneng deh si dedek baru 7 bulan sudah bisa ikut lari marathon”, “Wah sekarang anakku udah bisa table manner, padahal umurnya baru 1y4m22d”, dan endingnya adalah perang komentar di kolom komentar.

Memang masih ada instagram yang bisa digunakan untuk pamer perkembangan buah hati. Tapi mengingat besarnya kuota yang dipakai, jadilah para mamah muda kelas menengah ini lebih suka menggunakan facebook. Betapa malangnya para mamah muda ini kalau facebook harus ditutup dan beralih ke instagram. Jatah buat beli susu atau beli baju yang lucu-lucu akan terpotong karena anggaran untuk beli kuota internet bertambah.

5. Tes seru-seruan yang hilang dari peredaran

“Seperti apa wajah anakmu nanti?” atau “Artis yang wajahnya mirip kamu?” bisa juga “Seperti apa wajahmu 50 tahun lagi?”, tidak akan lagi kita temui. Salah satu kebocoran data pengguna facebook terjadi melalui aplikasi atau cara-cara seperti kuis tes kepribadian tersebut. Memang iseng ikut tes-tes tersebut lebih menghibur daripada melihat mompetition ataupun status keluh kesah tentang kehidupan.

6. Lebih hemat

images: wartanusa.id

Kalaupun ada keuntungan dari ditutupnya facebook, tentu saja dari hal segi pengeluaran untuk beli paket data. Kamu tidak perlu lagi membeli paket data ratusan ribu untuk sekedar bolak-balik refresh timeline, posting foto ataupun update status. Kamu juga tidak perlu mengklik link-link klik bait yang banyak bertebaran di facebook. Jadi lebih hemat kan? Tapi ingat, itu dengan catatan kamu tidak beralih ke Instagram ataupun youtube.

Tapi semoga saja facebok tidak jadi ditutup. Karena sangat rugi sekali kalau kita keilangan poin 1 sampai 5 diatas. Belum lagi kalau pindah ke instagram seperti poin 6. Bisa makin tipis kantong ini.

Comments

comments